Dapati Teri Nasi Berformalin, Dinkes Kabupaten Tegal : Akan Kami Telusuri

Dalam sidaknya, Ardie menemukan kandungan Formalin pada teri nasi serta Rhodamin atau pewarna tekstil yang terdapat pada sagu mutiara

Dapati Teri Nasi Berformalin, Dinkes Kabupaten Tegal : Akan Kami Telusuri
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Tim SKPT bersama Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie melakukan sidak di Pasar Trayeman. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) Kabupaten Tegal terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) jelang Hari Raya Idul Fitri ke sejumlah pasar.

Di hari kedua sidak pada Rabu (22/5/2019) ini, tim SKPT menyasar ke Pasar Trayeman, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

Kali ini Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie turut hadir mengikuti jalannya sidak.

Dalam sidaknya, Ardie menemukan kandungan Formalin pada teri nasi serta Rhodamin atau pewarna tekstil yang terdapat pada sagu mutiara.

“Hasil teri nasi ini mengandung formalin, akan kami tindak lanjuti secara serius karena sudah dua tahun berturut-turut, kita akan putus rantainya,” kata Ardie kepada Tribunjateng.com, di sela-sela sidak.

Mengetahui adanya kandungan formalin pada teri nasi, tim SKPT bertolak menuju ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Munjungagung yang ada di Pantai Larangan, Kecamatan Kramat.

Sesampainya di sana, tim SKPT mengambil sampel ikan teri nasi untuk diuji laboratorium.

Selain mengambil sampel ikan dari kapal yang baru berlabuh, pengambilan juga dilakukan di depo ikan maupun pengolahan ikan di sekitar TPI.

Dari hasil uji laboratorium, tidak ditemukannya kandungan bahan berbahaya pada jenis ikan teri nasi ataupun ikan lainnya.

“Kemungkinan pedagang yang ada di Pasar Trayeman tidak mengambil ikan teri dari Kabupaten Tegal. Karena hasil ikan teri di TPI, depo maupun pengolahan ikan yang ada di Kabupaten Tegal hasilnya negatif dari formalin,” jelas Meliansyori selaku, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal yang ikut mendampingi Ardie.

Meli mengatakan, kemungkinan ikan teri nasi yang mengandung formalin itu berasal dari luar daerah.

Sebab berdasarkan uji laboratorium, dia tidak menemukan bahan berbahaya pada ikan-ikan yang ada di sekitar TPI Larangan.

“Kita akan telusuri kembali, setelah ditelusuri dan mengetahui dari mana ikan itu berasal. Kita juga akan berkoordinasi dengan instansi di wilayah tersebut, supaya bisa ditindaklanjuti,” tuturnya.

Selain sidak di Pasar Trayeman, Ardie juga melakukan sidak di Pasar Kemantran, Kramat.

Disini, Ardie beserta tim SKPT tidak menemukan kandungan berbahaya baik pada makanan maupun minuman yang ada di pasar tersebut. (TRIBUN JATENG/GUM).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved