Gandeng Undip Semarang, Bupati Pekalongan Inisiasi Pembangunan Laboratorium Kebangsaan

Pesatnya pembangunan di Kabupaten Pekalongan beberapa tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Bupati Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Arini Harimurti

Gandeng Undip Semarang, Bupati Pekalongan Inisiasi Pembangunan Laboratorium Kebangsaan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kepada Tribunjateng.com usai menghadiri buka bersama dengan mahasiswa Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro di Kabupaten Pekalongan, Rabu (23/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pesatnya pembangunan di Kabupaten Pekalongan beberapa tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Bupati Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Arini Harimurti, menjadikan tingkat keilmuan masyarakat terus berkembang dengan munculnya banyak perguruan tingi, baik negeri maupun swasta.

Hal ini memunculkan semangat Pemerintah Kabupaten Pekalongan, untuk Menuju Indonesia Maju dari Kota Santri Pekalongan.

Semangat tersebut membuat Bupati Pekalongan menginisiasi pembangunan laboratorium kebangsaan di Kabupaten Pekalongan.

Rencananya pembangunan laboratorium ini menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) untuk mewujudkan laboratorium yang merupakan satu-satunya di Indonesia.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan laboratorium tersebut akan membuat kegiatan-kegiatan yang bersifat memupuk rasa nasionalisme, cinta tanah air, patriotisme, serta hidup berpola pada nilai-nilai pancasila untuk ditanamkan pada generasi milenial.

"Sasaran kita adalah kaum milinelial sebagai generasi penerus bangsa. Dengan tujuan agar mereka paham tentang idiologi berbangsa dan bernegara. Jadi nanti akan ditanamkan sejak dini sejak SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, bahkan sampai pondok pesantren,kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kepada Tribunjateng.com usai menghadiri buka bersama dengan mahasiswa Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro di Kabupaten Pekalongan, Rabu (23/5/2019).

Bupati Pekalongan yang juga merupakan dosen mata kuliah Pancasila di PSDKU Undip di Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa di laboratorium ini akan menjadi tempat untuk pemenuhan pembelajaran tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-undang Dasar (UUD) 1945, dan Pancasila.

"Masyarakat kita sekarang ini memang sudah pancasilais, tapi dengan laboratorium itu akan lebih dipupuk lagi rasa nasionalismenya, kemudian kegotong-royongan, serta nilai pancasila lebih ditingkatkan lagi,"jelasnya.

Bupati juga menyebutkan pembangunan laboratorium tersebut merupakan hal penting dan akan segera direalisasikan, serta diluncurkan awal tahun 2020 mendatang.

Sementara dr Lilin Budiati dosen mata kuliah pendidikan pancasila PSDKU Undip Kabupaten Pekalongan, menyebut bahwa inisasi Bupati Pekalongan merupakan sesuatu yang menarik karena laboratorium tersebut akan menjadi satu-satunya di Indonesia.

"ini adalah tekad kami yang sama-sama dosen mata kuliah pendidikan pancasila untuk memperkokoh nilai kebangsaan dan mempertahankannya melalui gerakan dari generasi milenial,"tandasnya.

Menurut Lilin laboratorium ini akan merubah mindset atau pola pikir generasi milenial yang selama ini hanya bisa mengeluh dan mengatakan capek.

"Dengan pola pikir semangat pancasila, bisa mendorong pembangunan di daerah, seperti berfikir bagaimana memajukan potensi yang ada, seperti UMKM dan lainnya,"jelasnya.

Pihaknya juga menambahkan laboratorium kebangsaan merupakan entri point bagi kebijakan strategis di Indonesia, dan dasarnya adalah untuk mewujudkan Indonesia maju dari Kota Santri Pekalongan. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved