Gedung Kantor BPBD Kabupaten Tegal Akan Diubah Jadi Mall Pelayanan Publik

Gedung Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Slawi rencananya akan disulap menjadi mal

Gedung Kantor BPBD Kabupaten Tegal Akan Diubah Jadi Mall Pelayanan Publik
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Rapat rencana pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Ruang Rapat Bupati Tegal, Rabu (22/5/2019) siang tadi. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Gedung Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Slawi rencananya akan disulap menjadi mal pelayanan publik.

Di tempat tersebut, nantinya akan berdiri pusat pelayanan administrasi sebagai perluasan fungsi pelayanan terpadu, baik yang diselenggarakan intansi pusat maupun daerah.

Hal ini terungkap dalam agenda rapat rencana pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Ruang Rapat Bupati Tegal, Rabu (22/5/2019) siang tadi.

Rapat yang dibuka Bupati Tegal Umi Azizah tersebut diikuti seluruh kepala organisasi penyelenggara pelayanan publik Pemkb Tegal dan intitusi lintas sektor seperti Polres Tegal dan Kantor Pertanahan/BPN Slawi.

Umi mengatakan bahwa keinginannya untuk menghadirkan MPP tersebut sudah cukup lama.

“Harapan masyarakat akan pelayanan dari pemerintah yang cepat, mudah, terjangkau dan pasti terus menguat, dan Mal Pelayanan Publik ini menjadi jawabannya," kata Umi dalam rapat tersebut.

Umi menegaskan, pembangunan MPP merupakan program unggulan pertama dari sembilan program unggulan di masa pemerintahannya 2019-2024.

Pada rapat perdana untuk menampung masukan dan saran ini, Umi menargetkan MPP sudah bisa beroperasi selambat-lambatnya awal tahun 2022 jika proses pembangunannya menggunakan kontrak tahun jamak.

“MPP seperti di Kota Surabaya dan Banyuwangi terbukti mampu meningkatkan kepuasan publik akan layanan bermutu," ujarnya.

Seperti diketahui, MPP Kota Surabaya mampu mengintegrasikan 164 layanan perizinan, sementara MPP Banyuwangi mengintegrasikan 199 jenis layanan dengan rata-rata kunjungan warga per harinya mencapai 910 orang.

Hal itu terungkap dalam video dokumentasi MPP Kota Surabaya dan Banyuwangi dari Bagian Humas Setda Kabupaten Tegal yang ditayangkan pada rapat.

”Sudah saatnya kita persembahkan layanan publik pemerintah yang berkualitas. Karena kedepan, mau tidak mau kita akan berada pada situasi lingkungan dimana pelayanan publik kita akan berfokus pada Citizen Centrism dan digitalisasi layanan publik” pungkasnya.


Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono lewat paparannya mengatakan bahwa MPP ini nantinya akan berdiri di atas lahan seluas 5.400 meter di Kantor BPBD.

Rencananya, Kantor BPBD Kabupaten Tegal akan dipindah ke Terminal Adiwerna.

Joko mengatakan, untuk tahapan awal akan ada 42 jenis layanan yang disediakan, antara lain pengurusan dokumen kependudukan, perpanjangan SIM dan STNK dan pelayanan BPJS, pajak dan cukai, keimigrasian dan masih banyak lagi.

“Mal ini juga akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti pojok baca, ATM center, ruang bermain anak, ruang laktasi, dan meetting room”, ujar Joko. (TRIBUN JATENG/GUM).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved