Jafri Sastra Jelang Kontra Persija Jakarta: Tak Sekadar Ball Posession, Tetapi Bagaimana Bisa Menang

Jafri menambahkan, yang terpenting dalam masa-masa persiapan jelang laga kontra Persija Jakarta adalah memikirkan cara untuk memenangi pertandingan.

Jafri Sastra Jelang Kontra Persija Jakarta: Tak Sekadar Ball Posession, Tetapi Bagaimana Bisa Menang
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra saat memimpin latihan tim di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Selasa (21/5/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Jelang menjamu Persija Jakarta di pekan kedua Liga 1, Minggu (26/5/2019) mendatang, PSIS Semarang enggan kembali mengulangi kesalahan yang sama seperti saat dikalahkan Kalteng Putra di kandang sendiri, Stadion Moch Soebroto, Magelang, dengan skor 1-2.

Dalam laga menghadapi tim promosi tersebut, PSIS Semarang dikejutkan dengan aksi comeback Kalteng Putra lewat gol Ferinando Pahambol dan Rafael Bonfim.

Padahal PSIS Semarang sudah terlebih dahulu unggul lewat gol Septian David Maulana.

"Kemarin kami latihan defend, hari ini kami latihan attack khusus untuk freekick ball. Besok ada latihan lagi ke depan sampai persiapan terakhir melawan Persija," kata Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra saat ditemui.

Pelatih berusia 54 tahun ini menjelaskan, dirinya juga sudah melihat tayangan pertandingan Persija Jakarta melawan Barito Putera di televisi.

Saat tim berjuluk Macan Kemayoran itu melakoni laga perdana kompetisi Liga 1 musim 2019, Senin (20/5/2019) lalu.

Saat itu, Persija Jakarta berhasil menahan imbang Barito Putera dengan skor 1-1.

"Yang pasti kami sudah punya catatan (kekuatan dan kelemahan Persija Jakarta -red). Kalau nonton kami pasti bawa catatan. Kemudian dari pertandingan kemarin, kami juga mengevaluasi hasil pertandingan," kata Jafri Sastra.

Hal tersebut disebutnya lumrah dilakukan pelatih manapun untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan calon lawan.

"Kami nonton sampai habis (pertandingan Persija Jakarta kontra Barito Putera -red). Hampir semua pelatih begitu. Pelatih-pelatih lain juga nengok kalau PSIS Semarang main. Mereka juga nonton untuk mencari kelemahan kami," imbuhnya.

Jafri menambahkan, yang terpenting dalam masa-masa persiapan jelang laga kontra Persija Jakarta adalah memikirkan cara untuk memenangi pertandingan.

"Di sepak bola, sebuah tim bisa menguasai pertandingan tapi tidak bisa memenangkan pertandingan. Untuk apa ball posession bisa 70 sampai 80 persen kalau tidak menang. Itulah sepak bola modern," tutur mantan pelatih Persis Solo ini.

"Yang kami inginkan kami tidak memikirkan ball posession. Tapi bagaimana kita bisa menang," pungkasnya. (F Ariel Setiaputra)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved