Musim Mudik, Dinkes Jateng Imbau Masyarakat Waspadai Penularan Cacar Monyet dari Luar Negeri

Musim Mudik, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus Cacar Monyet atau Monkeypox

Musim Mudik, Dinkes Jateng Imbau Masyarakat Waspadai Penularan Cacar Monyet dari Luar Negeri
Tribunjateng.com/idayatul rohmah
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo M.Kes. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Musim Mudik, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus Cacar Monyet atau Monkeypox.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo MKes menuturkan, jelang lebaran banyak pemudik yang datang dari luar negeri sehingga potensi penularan pun dimungkinkan ada jika pemudik positif terinfeksi.

"Semua negara yang mempunyai hubungan dengan Singapura dan Afrika itu berpotensi," jelasnya kepada tribunjateng.com di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Selasa (21/5/2019).

Ia menyontohkan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang kini sedang berada di Singapura.

Menurut Yulianto, mereka yang akan mudik tersebut juga perlu waspada untuk mengantisipasi potensi penularan.

"TKI atau TKW yang ada di Singapura kan banyak, Lebaran pada pulang, kalau terinfeksi di sana itu masa inkubasinya cukup lama kadang lima hari sampai tiga minggu. Artinya, mungkin bisa jadi masuk ke sini belum menderita apa-apa, belum panas, belum sakit kepala,

Apalagi belum muncul kulit bintik-bintik atau papula. Untuk itu memang tetap harus ada kewaspadaan," paparnya.

Selanjutnya, Yulianto menjelaskan, di pintu-pintu masuk Jateng baik melalui bandara maupun pelabuhan sedang dilakukan pengawasan ketat.

Melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) langsung di bawah instruksi Kemenkes, dilakukan screening terhadap setiap pengunjung yang datang dari luar negeri.

"KKP langsung di bawah Kemenkes. Mereka melakukan surveilans terus dan men-screening semua yang ada itu. Kalau screeningnya baik, surveilans-nya baik, maka tidak akan bisa masuk," jelasnya.

Sementara itu untuk antisipasi lebih lanjut, Yulianto menjelaskan, harus dilakukan edukasi terhadap pendatang melalui jalur tersebut untuk memastikan dirinya baik-baik saja dan tidak ada gejala berarti.

"Mereka perlu diedukasi, pernahkah di sana kontak dengan orang yang terkena infeksi itu atau pernahkah ada gigitan hewan-hewan seperti monyet, kucing, tupai, tikus? Kalau ada harus waspada," tandasnya. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved