Dalang Kerusuhan 22 Mei Bisa Dicari Berbekal Video-video Provokasi Ini

Direktur IEW, Dr Solichul Huda M Kom menemukan puluhan video yang bisa saja tersebar luas melalui Whatsapp jika tidak ada pembekuan oleh pemerintah.

Dalang Kerusuhan 22 Mei Bisa Dicari Berbekal Video-video Provokasi Ini
Istimewa
Pengamat kejahatan cyber, Dr. Solichul Huda 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semenjak layanan pengiriman gambar dan video di media sosial seperti Whatsapp, Instagram, hingga Facebook dibekukan sementara oleh kementerian komunikasi, Indonesia E-Fraud Watch (IEW) menemukan beberapa video yang potensial menimbulkan provokasi di masyarakat.

Direktur IEW, Dr Solichul Huda M Kom menyebutkan ia menemukan puluhan video yang bisa saja dengan mudah tersebar luas melalui Whatsapp jika tidak ada pembekuan oleh pemerintah.

Salah satu video yang menonjol adalah yang menggambarkan tokoh Amien Rais ketika mengungkapkan kesedihannya.

Didampingi beberapa orang disekitarnya ia bahkan meminta pertanggungjawaban Kapolri terkait banyaknya korban pada aksi 22 Mei lalu.

"Saya betul-betul sedih tapi juga marah bahwa polisi-polisi terutama yang berbau PKI telah menembaki umat Islam secara ugal ugalan. Sodara Tito, saya atas nama umat Islam meminta pertanggungjawaban mu. Jangan buat marah umat Islam," ucap Amien Rais dalam video tersebut.

Ucapan itu disambut oleh beberapa pria yang ada di sekitar Amien Rais "Kami tidak terima, kami akan melawan," serunya.

Menanggapi beberapa video tersebut, Solichul Huda menyebut dengan mengungkap para pengunggah video provokatif tersebut sebenarnya polisi bisa dengan cepat menangkap siapa aktor utama di balik kerusuhan 22 Mei.

"Dari foto dan video yang beredar, bisa dicek siapa yang mengunggah, setelah ketemu diketahui siapa yang membuat. Dari situ diidentifikasi dengan siapa saja dia berkomunikasi baik lewat sosmed atau telepon atau SMS. Berdasarkan data tersebut menggunakan teknik Social Network Analysis (SNA) dapat diidentifikasi otak utama dari aksi kemarin," terang Huda.

Ia menjelaskan, dengan menggunakan SNA nanti akan dianalisis siapa yang berkomunikasi dengan pembuat video.

Selanjutnya SNA akan menghitung bobot komunikasi antar orang tersebut.

Akhirnya SNA bisa menampilkan grafik relasi atau hubungan antar mereka. Dari grafik tersebut telihat siapa yang menjadi otak dari sebuah kejadian.

"Metode ini dulu saya pakai untuk mendeteksi dan mengungkap jaringan fraud perbankan. Cuma selama ini memang belum banyak digunakan. Saya mengusulkan metode ini digunakan untuk mengungkap otak kerusuhan 22 Mei," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved