KAI Daop 4 Kerahkan 111 Petugas di Perlintasan Sebidang Selama Arus Mudik Lebaran 2019

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang akan menerjunkan 111 petugas menjaga perlintasan sebidang di arus mudik lebaran 2019

KAI Daop 4 Kerahkan 111 Petugas di Perlintasan Sebidang Selama Arus Mudik Lebaran 2019
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Menyebrang Rel: Sejumlah pengguna jalan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Madukoro Semarang menunggu kereta lewat, Kamis (23/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang akan menerjunkan 111 petugas guna menjaga perlintasan sebidang pada arus mudik Lebaran 2019.

Hal tersebut menjadi salah satu pusat perhatian KAI khusisnya Daop 4 Semarang mengingat perlintasan sebidang termasuk salah satu titik rawan dikarenakan antara track kereta api dengan jalan raya tersebut menjadi satu.

Karenanya, perlintasan sebidang baik yang telah terpasang pintu pengaman maupun yang belum dapat membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas, terlebih warga yang nekat menerobos.

 Manager Humasda PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Krisbiyantoro mengatakan, di wilayahnya yakni Operasional KAI Daop 4 sendiri terdapat 462 perlintasan sebidang yang menjadi titik rawan bagi pengguna jalan.

Adapun lebih dari 50 persen perlintasan belum terjaga oleh palang pintu maupun petugas.

"Maka dari itu kami menerjunkan sekitar 111 petugas untuk menjaga khusus perlintasan yang belum terjaga tersebut," ujar Krisbiyantoro, Kamis (23/5/2019).

Lebih lanjut, senumlah petugas tersebut nantinya akan berjaga selama 24 jam dengan sistem shift (bergantian).

Selain menyiapkan petugas untuk perlintasan sebidang, KAI Daop 4 juga menambah 84 personel ekstra sebagai pasukan pemeriksa jalan rel.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk mendeteksi gangguan sedini mungkin pada rel kereta yang berpotensi menghambat kelancaran arus mudik.

Pemeriksanaan rel akan dilakukan secara mendetail sehingga diketahui kerusakan sekecil apapun seperti retak rambut dapat segera diatasi atau diganti.

"Untuk operasional biasa kami biasanya melakukan pengecekan pada rel pagi dan sore. Namun untuk menghadapi arus mudik besok, kami tambah jadwal pemeriksaan pada siang hari sehingga menjadi 3 kali sehari," lanjutnya.

Dirinya menambahkan disamping perlintasan sebidang, perlintasan jembatan juga termasuk titik rawan yang mendapat perhatian khusus.

Hal ini mengingat kontur tanah Indonesia yang dilewati berbagai lempeng, menyebabkan tanah sering bergeser. Akibatnya konstruksi jembatan menjadi miring dan retak. Maka dari itu untuk menambah pengamanan, pihaknya juga menyediakan 2 personel tambahan khusus jembatan.

Adapun tambahan lain yakni 14 personel tambahan juga akan dikerahkan untuk menjaga daerah rawan seperti pada daerah rawan longsor, banjir dan amblesan.

"Semua petugas tambahan tersebut memang kami kontrak hanya pada arus musik lebaran tahun ini. Sehingga mereka bertugas ya pada musim mudik ini saja," pungkasnya. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved