Sejumlah Pasar Tradisional di Kota Semarang Berpotensi Timbulkan Macet Saat Mudik Lebaran 2019

Sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang berpotensi menjadi hambatan samping kemacetan arus mudik lebaran 2019.

Sejumlah Pasar Tradisional di Kota Semarang Berpotensi Timbulkan Macet Saat Mudik Lebaran 2019
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
Suasana di kawasan Johar tepatnya di Jalan Empu Tantular Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang berpotensi menjadi hambatan samping kemacetan arus mudik lebaran 2019.

Berdasarkan pemetaan tim dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perdagangan (Disdag), dan Satpol PP Kota Semarang, beberapa pasar tradisional yang berpotensi kemacetan antara lain, Pasar Mangkang, Pasar Kaangayu, Pasar Mijen, Pasar Ngaliyan, Pasar Peterongan, Pasar Pedurungan, Pasar Genuk, dan Pasar Gayamsari.

Pasar tersebut berada di tepi jalan yang dimungkinkan dilalui banyak pemudik. Sehingga, jika terjadi pasar tumpah, akan cukup menganggu lalu lintas.

Kabid Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, selain beberapa pasar yang telah disebutkan, dia juga kerap mendapat laporan pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar daerah Penggaron menuju arah Pucang Gading.

Banyaknya pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar juga menyebabkan hambatan lalu lintas.

Selain itu, lalu lalang pembeli di seputaran Jalan Agus Salim, Kawasan Johar, juga menjadi hambatan samping terjadinya kemacetan.

"Tentu titik-titik tersebut menjadi hambatan samping karena banyak yang lalu lalang menyeberang jalan sehingga memperlambat kecepatan kendaraan," tutur Danang, Kamis (23/5/2019).

Adapun antisipasi yang dilakukan, lanjut Danang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disdag dan Satpol PP agar hambatan samping kemacetan lalu linras pada saat arus mudik dapat diminimalisasi.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis menuturkan, pihaknya telah menyiagakan personil yang akan melakukan penertiban jika mendapati pedagang yang berjualan hingga memakan trotoar dan bahu jalan.

"Kami mulai waspadai pasar tumpah. Nanti H-5 hingga H+2 kami akan terjunkan petugas. Kami jadwal setiap hari agar tidak terjadi pasar tumpah," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved