3.792 Produk UMKM Lokal Pekalongan dan Sekitarnya Dijual di Transmart Kota Pekalongan

Produk UMKM tersebut merupakan produksi pelaku usaha dari Pekalongan dan daerah sekitarnya

3.792 Produk UMKM Lokal Pekalongan dan Sekitarnya Dijual di Transmart Kota Pekalongan
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, bersama Wakil Walikota Afzan Arslan Djunaid, meresmikan pembukaan Transmart Kota Pekalongan, Jumat (24/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ribuan produk UMKM bakal dijual di Transmart Kota Pekalongan yang baru saja diresmikan.

Produk UMKM tersebut merupakan produksi pelaku usaha dari Pekalongon dan daerah sekitarnya.

Nantinya produk buatan pengusaha lokal itu juga akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Menurut Satria Hamid, Vice President Corporate Communications Transmart Carrefour. Terdapat 3.792 produk UMKM yang sudah diseleksi.

"Produk dari pelaku UMKM di Pekalongan dan daerah sekitarnya sudah kami seleksi delapan bulan lalu," jelasnya, Jumat (24/5/2019).

Ia menuturkan, ribuan produk lokal yang sudah diseleksi, nantinya tidak hanya dijual di Transmart Kota Pekalongan.

"Produk tersebut juga akan kami didistribusikan ke 130 cabang Transmart yang ada di Indonesia," ujarnya.

Dilanjutkannya, pembukaan Transmart telah menyerap tenaga kerja lokal dengan prosentase 80 persen secara padat karya.

"Karyawan yang bekerja di sini ada 800 orang lebih, di mana 80 persen merupakan warga Pekalongan," kata Satria.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, yang meresmikan pembukaan Transmart, berharap Kota Pekalongan menjadi kota pro investasi retail.

"Warga yang tingga Kota Pekalongan sekitar 360 ribu jiwa, di mana mayoritas berdagang batik. Melihat potensi itu, saya rasa sangat tepat jika pusat perbelanjaan menggandeng para pelaku usaha," ujar Walikota Pekalongan.

Adanya pusat perbelanjaan, dilanjutkannya bisa menyerap tenaga kerja lokal, sehingga menekan angka pengangguran di Kota Pekalongan.

"Dengan terserapnya tenaga kerja, masyarakat sekitar bisa merasakan adanya pembangunan pusat perbelanjaan. Karena pemerintah sebagai pembuat regulasi ingin adanya pemerataan pembangunan dan pengembangan ekonomi," imbuhnya.

Saelany menambahkan, Kota Pekalongan membuka pintu selebar-lebarnya untuk para investor.

"Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian daerah, karena perputaran uang dari beberapa daerah pusatnya di Kota Pekalongan. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya hotel serta pusat perbelanjaan," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved