Bupati Pekalongan Asip Kholbihi: Alquran untuk Spirit Pembangunan

Bupati menyampaikan bagaimana kita membumikan Qur'an agar ini menjadi spirit pembangunan Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi: Alquran untuk Spirit Pembangunan
IST
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pada Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Al-Muhtarom, Selasa (21/5/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sejarah Alquran  atau kitab-kitab suci tidak akan terlepas dari penguasanya.

Oleh karena itu,  kitab suci itu bisa beredar atau tidak tergantung dari penguasanya.

Pada awal abad Islam pertama merupakan masa-masa kejayaan qoriah.

Dahulu orang membaca Qur'an sesuai dengan versi awal Islam berkembang.

Namun, sekarang sudah ada keseragaman , sehingga orang-orang Islam di dunia sudah sama dalam membaca Al Qur'an sesuai standar mushaf yang sama.

“Oleh karena itu, kita harus mengambil hikmah kenapa bisa muncul dan lahir sebuah kitab suci yang tingkat kesepahamanya itu diakui oleh hampir seluruh umat islam dunia. Dan hal ini terjadi karena ijtihad,“ ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Al-Muhtarom, Selasa (21/5/2019) malam.

Kata Bupati, Nuzulul Qur'an adalah sebagai titik balik peradaban manusia saat mengalami masa kekosongan yang panjang.

Yang menurut keterangan ahli tafsir 5000 tahun diukur dari nabi Adam sampai nabi Isa dan 2000 tahun diukur  dari nabi Isa sampai sekarang.

Dan pada masa-masa kekosongan sehingga peradaban manusia jauh dari nilai-nilai idealitas kemanusiaan atau idealitas yang lainya.

Selanjutnya Bupati menyampaikan bagaimana kita membumikan Qur'an agar ini menjadi spirit pembangunan Kabupaten Pekalongan agar lebih baik lagi adalah dengan melakukan usaha atau ikhtiar.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved