Bupati Pekalongan Asip Kholbihi: Alquran untuk Spirit Pembangunan

Bupati menyampaikan bagaimana kita membumikan Qur'an agar ini menjadi spirit pembangunan Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi: Alquran untuk Spirit Pembangunan
IST
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pada Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Al-Muhtarom, Selasa (21/5/2019) malam. 

Dan menurut beliau Pemkab Pekalongan sudah melakukan ikhtiar, pertama adalah pada tanggal 24 Oktober 2018  sudah melaunching kampung Qur'an di Kecamatan Kedungwuni yang diarahkan agar nanti bisa dikembangkan dimasyarakat lagi seperti tilawah dll.

Sehingga melengkapi tradisi-tradisi kajian islam secara eksklusif oleh para ustad para kiyai di pondok pesantren, di madrasah-madrasah dan di TPQ-TPQ.

Selain itu menurut beliau sudah menyaksikan launching salah satu metodologi membaca Qur'an yang diinisiasi oleh seorang ahli Qur'an Indoneaia yaitu alm. KH Arwani Kudus,  yang sangat memahami Al-Qur'an dan menciptakan metodologi cepat dan benar.

Dan ini tentu memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk memahami ilmu Qur'an baik dari segi tajwidnya, cara  membacanya,syukur-syukur nanti meningkat pada tafsirnya.

“Karena Qur'an ini tidak bisa dipahami secara sembarangan, kami juga ikhtiar dan mendorong penuh agar kajian-kajian Qur'an berkembang dengan baik.

Menurut beliau Kabupaten Pekalongan kaya sekali dengan orang-orang yang pandai dalam bidang agama dan ini merupakan warisan nenek moyang kita.

Menurut Penelitian dari Gus Milal dan timnya islam masuk ke Pekalongan sejak zaman sahabat.

Kabupaten Pekalongan adalah salah satu lusat atau pusaran pengembangan islam khususnya Jawa bagian utara.

Islamnya Kabupaten Pekalongan itulah islamnya orang-orangnya islam sejak awal.

Dan menurut Gus Dur saat napak tilas di Kabupaten Pekalongan, Islam masuk ke kabupaten Pekalongan 700 tahun sebelum walisongo.

Dan menurut beliau sebagai generasi panjang keislaman, kita perlu mengembangkan paradigma keislaman maupun gerakan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak buta Qur'an. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved