Oknum Pegawai Pegadaian Kendal Ditangkap Polisi, Gelapkan Barang Gadai dan Menipu 81 Emas Palsu

Seorang oknum pegawai PT Pegadaian (Persero) Cabang Kendal harus berurusan kepada polisi karena telah melakukan penggelapan barang gadai dan penipuan

Oknum Pegawai Pegadaian Kendal Ditangkap Polisi, Gelapkan Barang Gadai dan Menipu 81 Emas Palsu
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Seorang oknum pegawai PT Pegadaian (Persero) cabang Kendal harus berurusan kepada polisi karena telah melakukan penggelapan barang gadai dan penipuan di tempat dirinya berkerja. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Seorang oknum pegawai PT Pegadaian (Persero) Cabang Kendal harus berurusan kepada polisi karena telah melakukan penggelapan barang gadai dan penipuan di tempat dirinya bekerja.

Oknum bernama Supriyanto itu dicokok oleh Satreskrim Polres Kendal setelah dirinya dilaporkan oleh atasannya.

Akibat kejahatan yang dilakukan Supriyanto itu membuat PT Pegadaian (Persero) mengalami kerugian hingga 379 juta rupiah.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugroho mengatakan praktik jahat yang dilakukan oleh oknum pegawai PT Pegadaian tersebut sejak tanggal 30 Desember 2017.

Pelaku melakukan aksinya tersebut di empat Unit Pelayanan Cabang Pegadaian di Kabupaten Kendal yakni di Unit Pelayanan Cabang Pegandon, Unit Pelayanan Cabang Weleri, Unit Pelayanan Cabang Pasar Weleri dan Unit pelayanan Cabang Sukorejo.

Namun aksinya itu terbongkar mana kala atasannya melakukan inspeksi mendadak dan menemukan kejanggalan terhadap penanda barang jaminan yang rusak dan tidak layak.

Selain itu terdapat selisih barang dalam brangkas dengan data yang diinput dalam komputer.

"Dari pengakuan tersangka barang gadai yang disimpan dalam brangkas itu diambil kemudian digadaikan kembali oleh orang suruhan Supriyanto di kantor tempat ia bekerja. Kemudian barang itu kembali disimpan dalam brankas," ujarnya dalam pers rilis pada Jumat (24/5).

Selain itu dirinya pun juga nekat melakukan penipuan dengan melakukan gadai perhiasaan palsu yang diakui asli oleh dirinya di tempat dirinya bekerja.

Untuk melancarkan aksinya dirinya menggunakan identitas orang lain saat menggadaikan perhiasan palsunya.

"Karena dirinya bekerja sebagai penaksir barang gadai sehingga perhiasan palsu itu dapat tergadaikan, setidaknya ada 81 emas palsu yang kami amankan" katanya

Sementara itu, Supriyanto saat dimintai keterangan mengatakan dirinya terbelit hutang yang banyak sehingga dirinya terpaksa melakukan penggelapan serta penipuan terhadap tempat dirinya mencari nafkah.

“Saya melakukan ini tadinya untuk membayar hutang kepada teman saya. Namun saya tepakasa menggunakan perhiasan emas palsu untuk saya gadaikan karena hutang saya semakin menumpuk,” pungkasnya

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dirinya dijerat Pasal 374 dan 378 KUHP dengan ancaman lima tahun hukuman penjara.(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved