Dinkes Jateng Siapkan 195 Pos Kesehatan untuk Pemudik, Ini Layanan yang Diberikan

Setiap pos kesehatan itu, papar Yulianto, akan dilengkapi dengan beberapa layanan kesehatan

Dinkes Jateng Siapkan 195 Pos Kesehatan untuk Pemudik, Ini Layanan yang Diberikan
Tribunjateng.com/idayatul rohmah
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo M.Kes. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka pengamanan mudik yang akan berlangsung H-7 hingga H+7 lebaran tanggal 29 Mei hingga 12 Juni 2019 mendatang, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah akan siapkan 195 pos kesehatan untuk para pemudik.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo MKes menuturkan, pos kesehatan tersebut akan didirikan di sepanjang jalur mudik baik jalur Pantura, jalur tengah, maupun jalur selatan.

Posko didirikan seiring dengan fasilitas kesehatan (Faskes) lainnya yakni rumah sakit dan Puskesmas.

"Secara keseluruhan ada 136 rumah sakit, 154 puskesmas dan 195 pos kesehatan," jelas Yulianto usai rapat koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota, direktur RSUD, serta rumah sakit milik TNI/Polri di kantor Dinkes Jateng baru-baru ini.

Setiap pos kesehatan itu, papar Yulianto, akan dilengkapi dengan beberapa layanan kesehatan.

Layanan tersebut meliputi konsultasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pelayanan kesehatan tradisional, pelayanan kegawatdaruratan, dan rujukan rumah sakit jika diperlukan.

"Pelayanan konsultasi kesehatan tidak harus sakit. Kalau bisa ada pelayanan kesehatan tradisional juga seperti massage, jamu, sedangkan pelayanan kegawatdaruratan seperti kecelakaan dan gangguan kesehatan lain yang memerlukan tindakan segera," ujarnya.

Yulianto menambahkan, pos kesehatan tersebut nantinya akan didukung oleh tenaga medis maupun paramedis. Dilengkapi pula alat-alat kesehatan lengkap dengan obat-obatan.

"Medis seperti dokter, paramedis perawat, ada penunjang yang lain ada juga ambulans dengan sopir. Isinya alat-alat kesehatan. Gunanya untuk merujuk ke rumah sakit sebagai ambulans angkut maupun ambulan amergency," tambahnya.

Yulianto mengatakan, dukungan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan. Terutama dalam mengurangi kasus yang dimungkinkan terjadi selama arus mudik berlangsung.

"Upaya meningkatkan Faskes di sepanjang jalur mudik baik pantai Utara, pantai selatan, tol trans-jawa ini harus dibuka 24 jam," tandasnya. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved