Theresa May Terisak di Tengah Pidato Pengunduran Dirinya dari Perdana Menteri Inggris

Pidato Perdana Menteri, Theresa May, Jumat (24/5), begitu emosional. Sembari terisak, Theresa May akhirnya mengundurkan diri

Theresa May Terisak di Tengah Pidato Pengunduran Dirinya dari Perdana Menteri Inggris
(AFP/Handout)
Perdana Menteri Inggris Theresa May ketika berbicara di depan Parlemen Inggris Rabu (14/3/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, LONDON -- Pidato Perdana Menteri, Theresa May, Jumat (24/5), begitu emosional. Sembari terisak, Theresa May akhirnya mengundurkan diri setelah perjuangan panjang Brexit-nya berakhir buntu.

Dia berpidato di depan kediaman resmi PM Inggris, Downing Street 10, London. Sang suami, Philip John May, mendampingi di sampingnya.

Dengan emosional, Theresa May, yang mengalami krisis dan penghinaan dalam usahanya yang gagal untuk menemukan konsensus Brexit di parlemen, mengatakan dia akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif, pada 7 Juni, dan pemilihan kepemimpinan dimulai minggu berikutnya.

"Saya akan segera meninggalkan pekerjaan yang menjadi kehormatan dalam hidup saya. Perempuan perdana menteri kedua, tapi tentu saja bukan yang terakhir," ucap Theresa May seperti dikutip dari BBC.

"Saya melakukannya tanpa niat buruk, tapi dengan rasa terima kasih yang besar dan abadi atas kesempatan untuk mengabdi pada negara yang saya cintai," ujarnya.

Theresa May memang sedang menghadapi tekanan dari Partai Konservatif untuk mundur setelah Kesepakatan Brexit ditolak tiga kali oleh Parlemen Inggris, termasuk oleh anggota Partai Konservatif.

Penolakan itu mengakibatkan molornya Brexit. Inggris yang semula dijadwalkan akan meninggalkan Uni Eropa, pada 29 Maret 2019, terpaksa menundanya hingga 31 Oktober 2019.

"Saya merundingkan persyaratan keluar kami dan hubungan baru dengan tetangga terdekat kami yang melindungi pekerjaan, keamanan kami dan Serikat kami. Saya telah melakukan semua yang saya bisa untuk meyakinkan anggota parlemen untuk mendukung kesepakatan itu. Sedihnya, saya belum bisa melakukannya.
Saya mencoba tiga kali...Tetapi sekarang jelas bagi saya bahwa adalah kepentingan utama negara bagi Perdana Menteri baru untuk memimpin upaya itu," tegas Theresa May dalam pidatonya, dikutip dari CNN.

"Jadi saya hari ini mengumumkan bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif dan Unionis pada hari Jumat 7 Juni sehingga seorang pengganti dapat dipilih," tambah Theresa May.

Theresa May, yang pernah menjadi pendukung setengah hati keanggotaan Uni Eropa dan memenangi kursi perdana menteri dalam kekacauan referendum Brexit 2016, akhirnya mundur bersama janjinya untuk memimpin Inggris keluar dari blok.

"Ini, dan akan selalu tetap, akan menjadi penyesalan yang mendalam bagi saya bahwa saya belum dapat memberikan Brexit," kata Theresa May, menambahkan bahwa penggantinya harus menemukan konsensus untuk menghormati hasil referendum Brexit 2016. (kps/rtr/bbc)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved