Warga Keluhkan Kondisi Penerangan Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Ini Jawaban Pemkot Semarang

Warga mengeluhkan kondisi penerangan di sepanjang Jalan Pawiyatan Luhur, Kota Semarang.

Warga Keluhkan Kondisi Penerangan Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Ini Jawaban Pemkot Semarang
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Kondisi Jalan Pawiyatan Luhur Semarang yang gelap pada malam hari, Sabtu (25/05/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Heri Susanto mengeluhkan kondisi penerangan di sepanjang Jalan Pawiyatan Luhur, Kota Semarang.

Warga Selorejo, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, itu melihat lampu penerangan jalan umum (PJU) di dekat kampung Selorejo kerapkali mati. Terlebih di saat hujan, PJU tersebut sering mengeluarkan percik api.

Heri menyebut mulai pukul 20.30 WIB, sepanjang Jalan Pawiyatan Luhur biasa sepi pengendara.

Jalan Pawiyatan Luhur satu alur dengan Jalan Talangsari Raya dan Jalan Karangrejo Raya.

Dimulai dari depan STIP Farming hingga ke terowongan tol Jatingaleh-Krapyak.

"Sepanjang Jalan Pawiyatan Luhur kalau malam sepi. Apalagi tanjakan di dekat kampung Selorejo, PJU-nya sering mati. Kalau hujan sering mengeluarkan percikan api. Entah konslet atau apa. Yang jelas kalau PJU mati, tanjakannya terasa seperti di kuburan," keluhnya, Sabtu (25/5/2019).

Keluhan yang sama juga disampaikan Satpam Universitas Katolik Soegijapranata, Andi Mustofa.

Ia melihat PJU di depan shelter BRT Unika kerap mati.

Menurutnya, beberapa titik di sepanjang Jalan Pawitaan Luhur juga perlu dipasangi lampu PJU.

Di antaranya di tikungan dekat kampus Untag, di dekat lapangan futsal Unika, dan pintu keluar lama Unika Soegijapranata.

Halaman
12
Penulis: Moch Saifudin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved