Tiga Pasar di Batang Diusulkan Jadi Pasar Tertib Ukur

Disperindagkop dan UKM Batang berharap tahun ini, seluruh pasar yang ada di Batang dapat mengantongi status Pasar Tertib Ukur.

Tiga Pasar di Batang Diusulkan Jadi Pasar Tertib Ukur
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Tiga pasar di Kabupaten Batang, Pasar Plelen, Pasar Tersono dan Pasar Bawang saat dinilai oleh BSML Regional II Yogakarta untuk menjadi Pasar Tertib Ukur beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Disperindagkop dan UKM Batang berharap tahun ini, seluruh pasar yang ada di Batang dapat mengantongi status Pasar Tertib Ukur.

Pasalnya, tiga dari delapan pasar di Batang hingga saat ini statusnya belum menjadi Pasar Tertib Ukur (PTU).

Oleh karenanya, Pasar Bawang, Pasar Tersono dan Pasar Plelen tahun ini diusulkan ke dalam penilaian PTU.

"Saat ini masih ada tiga pasar yang belum berstatus PTU, namun beberapa waktu lalu telah mengikuti penilaian untuk mendapatkan status PTU oleh Balai Standarisasi Metrologi Legal (BSML) Regional II Yogakarta," terang Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Suresmi melalui Kasi Metrologi, Andari Rooska Yuseffina, Minggu (26/5/2019).

Dijelaskannya, kegiatan tertib ukur dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen terkait hasil pengukuran dalam transaksi perdagangan.

Sehingga transaksi yang dilakukan benar sesuai timbangan dan meminimalisir kecurangan.

"Untuk menjadi pasar tertib ukur, pasar sebelumnya melaksanakan beberapa kegiatan terlebih dahulu. Seperti sosialisasi melalui media cetak, media tatap muka dengan terjun langsung memberikan informasi ke pedagang di pasar, media elektronik. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan tera/tera ulang," jelasnya..

Dikatakannya dari hasil tera ukur PTU beberapa waktu lalu tersebut ditemukan bahwa di Pasar Bawang ada 110 unit alat ukur, 73 unit berstatus Tera Sah dan 37 unit berstatus Tera Batal.

Sementara untuk pasar Tersono memiliki 82 unit alat ukur, 72 unit berstatus Tera Sah, dan 10 unit Tera Batal.

Terakhir, Pasar Plelen memiliki 74 unit alat ukur, 63 unit berstatus Tera Sah dan 11 unit berstatus Tera Batal.

Pihaknya berharap, setelah semua pasar daerah menjadi pasar tertib ukur, ke depan pihaknya akan mengusulkan Batang menjadi Daerah Tertib Ukur.

"Kemungkinan untuk lolosnya masih bisa, karena dilihat dari jumlah prosentase dan ada beberapa poin pendukung dari 3 point penilaiannya," pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved