Awas Upal Jelang Lebaran, Kapolres Salatiga Minta Pedagang Lebih Jeli Saat Terima Transaksi

Warga masyarakat selalu waspada dan selalu memastikan uang yang mereka miliki adalah asli, sebelum melakukan transaksi.

Awas Upal Jelang Lebaran, Kapolres Salatiga Minta Pedagang Lebih Jeli Saat Terima Transaksi
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono. TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menjelang mudik dan libur Lebaran kerapkali dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab melakukan tindak pidana kejahatan.

Satu di antaranya adalah mengedarkan uang palsu (upal).

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, guna mengantisipasi adanya penggunaan atau peredaran upal di wilayah hukumnya, para pemilik atau karyawan toko modern agar memasang stiker maupun pengumuman tentang upal.

“Tujuannya supaya warga masyarakat selalu waspada dan selalu memastikan uang yang mereka miliki adalah asli, sebelum melakukan transaksi,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (27/5/2019).

Menurut AKBP Gatot, jajarannya juga senantiasa memberikan imbauan kepada warga masyarakat, baik pedagang kecil, jajanan subuh, maupun asongan agar selalu memperhatikan uang asli atau tidak ketika bertransaksi.

Ia menambahkan, kepolisian juga selalu melakukan razia dengan sasaran antisipasi peredaran upal menjelang Lebaran 2019.

“Kebetulan sampai sekarang di Kota Salatiga belum ada temuan adanya upal tersebut,” katanya.

Pihaknya meminta masyarakat supaya dapat membedakan mana upal dan tidak.

Satu caranya adalah memperhatikan kualitas kertas.

Apabila uang itu palsu, keadaan kertas lebih halus.

Jika yang asli lebih tebal serta kasar.

Kemudian kata dia, untuk warga yang hendak menukarkan uang guna kebutuhan selama Lebaran supaya lebih jeli memilih tempat penukaran uang atas dasar prinsip untuk kehati-hatian.

“Lalu, tambahan bedanya upal atau tidak terdapat pula watermark saat dilakukan penerawangan,” ujarnya.

Terhadap pihak-pihak yang mencoba atau memiliki niat memproduksi maupun mengedarkan upal, Kapolres Salatiga mengingatkan tindak kejahatan tersebut dapat dijerat menggunakan Pasal 36 Ayat 2 dan 3 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Ancaman hukumannya mencapai 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved