Demam Berdarah Masih Hantui Warga Kabupaten Tegal, Sebulan Ada Dua Meninggal Dunia

Penyakit Demam Berdarah (DB) masih menghantui warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, sejak sebulan silam.

Demam Berdarah Masih Hantui Warga Kabupaten Tegal, Sebulan Ada Dua Meninggal Dunia
ISTIMEWA
Penderita demam berdarah dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal, belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Penyakit Demam Berdarah (DB) masih menghantui warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, sejak sebulan silam.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, Senin (27/5/2019) sudah ada dua warga yang meninggal dunia dan belasan jiwa masih terbaring di rumah sakit.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Bakhrun pun membenarkan ihwal laporan tersebut.

Maka dari itu, Bakhrun yang bertugas di Komisi IV Bidang Kesehatan DPRD Kabupaten Tegal meminta pemerintah untuk segera melakukan fogging (pengasapan).

"Kami dapat masukan dari masyarakat terkait maraknya deman berdarah. Warga minta segera dilakukan penanganan cepat berupa fogging," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Bakhrun kepada Tribunjateng.com, Senin (27/5/2019).

Dia menyebut, permintaan fogging datang dari warga Desa Kepandean, Kecamatan Dukuhturi.

Pasalnya, dua warga Desa Kepandean telah menjadi korban dan meninggal dunia akibat serangan nyamuk aedes aegypti.

Terbaru, seorang penderita DB di desa tersebut meninggal dunia dan dikebumikan pada Senin (27/5/2019) ini.

Sedangkan, satu korban lainnya sudah meninggal beberapa waktu lalu.

"Ini harus segera ditangani, karena sudah ada korban meninggal dunia," ujar politisi PKS itu.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved