Di Hadapan Bupati Kabupaten Semarang, 3.569 Botol Miras, 2.825 Liter Tuak dan Ciu Dimusnakan

Polres Semarang melakukan pemusnahan terhadap 3.569 botol minuman beralkohol, 1.253 liter ciu, dan 1.572 liter tuak di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo,

Di Hadapan Bupati Kabupaten Semarang, 3.569 Botol Miras, 2.825 Liter Tuak dan Ciu Dimusnakan
IST
Polres Semarang melakukan pemusnahan terhadap 3.569 botol minuman beralkohol, 1.253 liter ciu, dan 1.572 liter tuak di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Selasa (28/5/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Polres Semarang melakukan pemusnahan terhadap 3.569 botol minuman beralkohol, 1.253 liter ciu, dan 1.572 liter tuak di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Selasa (28/5/2019) sore.

Pemusnahan beragam minuman keras (miras) tersebut dipimpin oleh Kapolres Semarang, AKBP Adi Sumirat dan dihadiri oleh Bupati Semarang, Mundjirin dan Dandim 0714 Letkol Inf Yoga Erawan beserta sejumlah tokoh masyarakat.

Pemusnahan dilakukan secara simbolis oleh Kapolres, Bupati, dan Dandim dengan menghancurkan botol miras ke badan silinder.

Selanjutnya silinder menggilas tumpukan ribuan botol miras yang terhampar di jalan aspal.

Pada kesempatan tersebut, Adi menyampaikan operasi Ketupat Tahun 2019 yang akan dimulai pada Rabu, 29 Mei 2019 pukul 00.00 hingga Senin 10 Juni 2019 pukul 23.59.

Adi yang membacakan amanat Kapolri menyatakan, Operasi Ketupat 2019 akan berbeda dengan tahun sebelumnya karena pihaknya akan memastikan gangguan terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berupa aksi serangan teror baik kepada masyarakat maupun pada personel dan markas Polri, berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti pencurian, perampokan, penjambertan, begal, dan premanisme.

"Aksi intoleransi dan kekerasan seperti aksi sweeping oleh organisasi masyarakat, gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara, permasalahan terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, hingga bencana alam tetap menjadi potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara optimal dalam Operasi Ketupat Tahun 2019," papar Adi saat memberikan sambutan apel.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, secara keseluruhan Polri akan menggelar 2.448 pos pengamanan, 764 pos pelayanan, 174 pos terpadu, 12 lokasi cek point sepeda motor pada pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan kamtibmas, serta lokasi rawan gangguan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

"Obyek keamanan dalam Operasi Ketupat Tahun 2019 ialah 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 andara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.217 mesjid, dan 3.530 obyek wisata," ujar Adi.

Selaku Kapolres Semarang, AKBP Adi Sumirat mengingatkan bagi para warga yang hendak meninggalkan rumah untuk melaksanakan mudik, pastikan rumah dalam keadaan terkunci dan tidak terdapat celah yang dapat dimasuki orang lain.

Pastikan pula perangkat elektronik, jaringan listrik, hingga kompor dan tabung gas dalam keadaan tidak dapat difungsikan untuk meminimalis terjadinya musibah.

Bila hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong tanpa penghuni, pastikan keadaan rumah tetap terpantau.

"Kami mengimbau pada warga Kabupaten Semarang untuk memperhatikan keamanan dan keselamatan selama melaksankan mudik," pungkasnya. (arh)

Macet Saat Mudik di Jateng? Ngevlog Saja, Ada Hadiah Dari Gubernur Ganjar Pranowo

Jalan Panjang Korban Longsor Kebutuhjurang Untuk Relokasi, Masih Harus Lebaran di Pengunsian

Ramadan, Beberapa Tempat Karaoke di Kota Semarang Masih Nekat Buka, Bahkan Sampai Pagi

Penulis: amanda rizqyana
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved