Di Tangan Hendi Laporan Keuangan Pemkot Semarang Berpredikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Pemerintah Kota Semarang kembali meraih predikat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah

Di Tangan Hendi Laporan Keuangan Pemkot Semarang Berpredikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
ISTIMEWA
Walikota Hendi Menerima Predikat OPINI Atas Laporan Keuangan Tahun 2018 BPK Perwakilan Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang kembali meraih predikat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah untuk laporan keuangan daerah tahun 2018.

Predikat ini merupakan raihan ketiga kalinya secara berturut-turut alias hattrick dalam pencapaian opini WTP oleh Pemerintah Kota Semarang.

Predikat opini WTP tersebut diserahkan langsung oleh Ayub Amali, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jateng kepada Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi di Kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Selasa (28/5).

Dalam acara tersebut BPK juga memberikan predikat opini WTP terhadap 26 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.

“Ini bulan yang penuh berkah, yang Insya Allah kalau kita punya niatan baik hasilnya baik pula, terbukti 26 Kota/Kabupaten mendapat opini WTP. Kita mensyukuri ini sebagai berkah Bulan Ramadhan,” ungkap Hendi, sapaan Wali kota Semarang usai menerima predikat opini WTP.

Menurut Hendi, ini merupakan buah kerja sama seluruh jajaran OPD di Kota Semarang dalam mengelola keuangan daerah secara akuntabel, tertib dan profesional.

Hendi menyampaikan pula berkat bimbingan dan arahan dari tim BPK RI maka laporan keuangan daerah dapat patuh pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Terima kasih Pak Ayub, karena tim pemeriksa tidak hanya di Kota Semarang, tapi di daerah lain di Jawa Tengah ini benar-benar gigih, detail dan teliti memperjuangkan supaya ada sebuah standar keuangan di tiap daerah yang memenuhi asas dan ketentuan,” jelas Hendi.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jateng, Ayub Amali menyampaikan bila predikat ini bukan merupakan hadiah dari BPK, melainkan memang buah kerja keras Pemerintah Daerah.

“Kerja audit mirip dengan kerja memotret. Bila yang dipotret baik, hasilnya akan baik. Tapi kalau objek yang dipotret buruk, hasilnya juga pasti akan buruk,” ujar Ayub.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved