Waspada, Jalan Pantura Batang Minim Penerangan, Pengendara Seakan Lintasi Hutan Belantara

Pengendara roda dua harus ekstra waspada saat melintas di Jalan Pantura Kabupaten Batang sepanjang sekitar 40 kilometer itu minim penerangan.

Waspada, Jalan Pantura Batang Minim Penerangan, Pengendara Seakan Lintasi Hutan Belantara
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kondisi Jalan Pantura Kabupaten Batang saat malam hari, minim penerangan, Minggu (26/5/2019) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pengendara roda dua harus ekstra waspada saat melintas di Jalan Pantura Kabupaten Batang.

Pasalnya, jalan sepanjang sekitar 40 kilometer itu minim penerangan.

Hal tersebut dirasa membahayakan pengguna jalan.

Bahkan menurut penuturan pengguna jalan, tak jarang terjadi kecelakaan akibat minimnya penerangan.

Daru Ihsan Masruri (27) warga Kabupaten Batang satu di antaranya.

Pria 27 tahun itu menganggap, melintas di Jalan Pantura Kabupaten Batang bak melewati hutan belantara.

"Karena benar-benar gelap. Terutama saat masuk wilayah Subah," paparnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (28/5/2019).

Tak jarang Ihsan melihat kecelakaan setiap melintas di Jalan Pantura itu.

"Saya juga pernah hampir celaka, karena roda sepeda motor saya menghantam aspal tak rata," jelasnya.

Ia menerangkan, banyak lampu jalan yang terpasang tak menyela di Jalan Pantura Kabupaten Batang.

"Heran saya, padahal itu jalan nasional namun sangat minim penerangan," ujar Ihsan.

Adapun Mulyono (38) warga Clapar, Kecamatan Subah, membenarkan kurangnya penerangan di Jalan Pantura.

"Sudah lama kondisinya seperti ini, bahkan lebih dari dua tahun lamanya," tuturnya.

Ia menambahkan, sebagian lampu penerangan di Jalan Pantura menyala namun tidak terang.

"Bahkan dengan lampu rumah, pancarannya lebih terang lampu rumah," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved