Operasi Ketupat Candi 2019, Polres Salatiga Terjunkan 450 Personel

Menyongsong mudik dan libur Lebaran 2019 Polres Salatiga mensiagakan ratusan personil pengamanan mulai 29 Mei sampai 10 Juni 2019.

Operasi Ketupat Candi 2019, Polres Salatiga Terjunkan 450 Personel
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Ribuan botol miras hasil operasi cipta kondisi dimusnahkan dengan alat berat seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 di Halaman Mapolresta Salatiga, Selasa (28/5/2019).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menyongsong mudik dan libur Lebaran 2019 Polres Salatiga mensiagakan ratusan personil pengamanan mulai 29 Mei sampai 10 Juni 2019.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan sesuai amanat Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang ia bacakan fokus operasi ketupat candi tahun ini lebih komplek mengingat potensi kerawanan dapat mungkin berbeda lantaran bersamaan tahapan pemilu.

“Total operasi ketupat candi yang kami gelar selama 13 hari. Personil yang bertugas kesemuanya ada sebanyak 450 baik Polri, TNI, dan Satpol PP,” terangnya kepada Tribunjateng.com, sesuai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 di Halaman Mapolresta Salatiga, Selasa (28/5/2019)

Ratusan personil yang bertugas kata dia mereka melakukan pola pengamanan baik secara terbuka maupun tertutup. Termasuk berpatroli ke rumah-rumah warga yang ditinggal mudik selama Lebaran Idulfitri 1440 Hijriyah.

Sejalan dengan itu lanjut AKBP Gatot, personil juga diminta melakukan pencegahan munculnya berbagai ganggungan Kamtibmas berupa aksi serangan teror baik kepada masyarakat, maupun personal anggota, dan markas Polri.

“Berbagai kejahatan yang seringkali muncul seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, dan premanisme juga menjadi perhatian petugas dilapangan,” katanya

Ia menambahkan, meski potensi kejahatan besar sejauh ini tidak nampak muncul di Kota Salatiga dirinya berharap seluruh jajaran tetap waspada. Kapolres berujar, apel gelar pasukan operasi candi 2019 bertujuan mendukung pelaksanaan mudik libur Lebaran agar berjalan dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, turut pula dilakukan pemusanahan minuman keras hasil operasi cipta kondisi selama Ramadan total mencapai ribuan botol dengan alat berat. Miras yang ada didapat ketika operasi dari wilayah perbatasan menuju Kota Salatiga.

“Seluruhnya miras yang dimusnahkan ada 4.165 buah. Jenisnya ada anggur merah, kolesom, anggur putih, vodka, whisky, congyang, arak, ciu, dan tuak serta dalam bentuk kemasan dirigen,” jelasnya.(ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved