Pembangunan Alun-Alun Kauman Tahap II Proses Lelang, Akan Dibangun Basement Hingga Pasang Rumput
Pembangunan Alun-alun Kauman di kawasan Pasar J0har Semarang tahap kedua hingga saat ini masih dalam tahap lelang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembangunan Alun-alun Kauman di kawasan Pasar Johar tahap kedua hingga saat ini masih dalam tahap lelang.
Dinas Penataan Ruang (Distaru) segera lakukan pengerjaan jika sudah mendapatkan pemenang lelang.
Sekretaris Distaru Kota Semarang, M Irwansyah mengatakan, pemenang lelang akan diumumkan bulan depan dan akan segera melakukan pengerjaan Alun-alun Kauman tahap dua.
"Sebulan lagi sudah ada pemenang lelangnya," sebut Irwansyah, Selasa (28/5/2019).
Dia menjelaskan, pembangunan tahap dua nantinya akan mengerjakan penyelesaian basement alun-alun, finishing, penutup beton bagian atas atas alun-alun, pemasangan rumput, dan penataan pedestrian.
Kemudian, pembuatan long storage juga nantinya akan dilakukan. Long storage atau bangunan penahan air ini berfungsi untuk mengantisipasi banjir di kawasan Johar.
Adapun luas alun-alun ini 9.184 meter persegi. Anggaran pembangunan tersebut menggunakan dana Pemkot Semarang senilai Rp 35 miliar. Irwansyah menargetkan akhir 2019 ini, pembangunan tahap ke dua selesai.
Sejak lahan bekas Pasar Yaik tersebut dibangun alun-alun, pedagang pasar Yaik menempati lokasi relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Irwan berharap, awal 2020 pedagang bisa menempati basement alun-alun.
"Kami berharap di akhir tahun ini lapangannya juga sudah jadi, pedagang pasar Yaik bisa masuk ke basement awal 2020 awal pedagang Pasar dengan suasana berbeda," tuturnya.
Disisi lain, Irwansyah menambahkan, Pembangunan Johar Heritage bagian utara dan tengah menggunakan anggaran pusat sebesar Rp 150 miliar. Pembangunan Johar Heritage ini dilaksanakan multiyears tahun 2018 dan 2019.
"Untuk Johar Herritage anggaran multiyear tahun 2018 dan 2019. Targetnya akhir tahun ini juga selesai," ujarnya.
Dia pun optimis, pada awal 2020 nanti, pedagang yang saat ini juga menempati tempat relokasi di kawasan MAJT bisa menempati Pasar Johar baru yakni Johar Heritage.
Sementara untuk Johar bagian selatan, dia belum dapat memastikan kelanjutan pembangunannya.
Meski demikian, dia menargetkan pada 2021, seluruh pedagang bisa kembali menempati kawasan Johar.
"Informasinya akan ada bantuan dari kementerian PUPR untuk Johar bagian selatan," katanya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hendi-mulai-mega-proyek-alun-alun-semarang-di-hari-idul-adha_20180822_185735.jpg)