Ini Kondisi Psikologi Netizen yang Terlalu Fanatik dan Suka Merasa Benar

Orang yang terlalu fanatik mengidolakan seseorang, cenderung mengalami kemunduran dalam bersikap. untuk beberapa orang fanatik pro dan kontra

Ini Kondisi Psikologi Netizen yang Terlalu Fanatik dan Suka Merasa Benar
Food NDTV
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM- Tindakan menghakimi seseorang melalui sosial media agaknya sedang melanda masyarakat Indonesia.

Terlebih pada masa-masa pemilihan Presiden ini, banyak masyarakat begitu fanatik dengan pilihannya.

Pengguna media sosial atau yang akrab disapa netizen, sering merasa bahwa argumen yang ia miliki adalah paling benar.

Selain itu, melalui media sosial, netizen juga kerap menghakimi kekurangan orang lain.

Intan Erlita seorang Psikolog yang dihadirkan dalam acara Ngopi Dara Trans TV, Minggu (26/5/2019), mencoba mengulas soal kondisi psikis netizen yang terlalu fanatik juga netizen maha benar.

Baik itu fanatik terhadap tokoh publik, maupun artis.

Intan Erlita menyebut, orang-orang yang kerap menghakimi cenderung memiliki hidup yang tidak bahagia.

"Balik lagi ke kondisi netizen. Kebanyakan dari mereka ini adalah orang-orang yang tidak bahagia.

Orang tidak bahagia dengan hidupnya, akan menutup mata," tuturnya.

Intan Erlita membeberkan, orang yang terlalu fanatik mengidolakan seseorang, cenderung mengalami kemunduran dalam bersikap.

Halaman
123
Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved