Intan Sisihkan THR Buat Zakat

Tunjangan Hari Raya (THR) dibagikan beberapa hari sebelum Lebaran. Hampir seluruh pekerja mendapatkan tambahan dana dari tempatnya bekerja

Intan Sisihkan THR Buat Zakat
Forkom Jerman
zakat fitrah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tunjangan Hari Raya (THR) dibagikan beberapa hari sebelum Lebaran. Hampir seluruh pekerja mendapatkan tambahan dana dari tempatnya bekerja. Hal ini yang menjadikan banyak warga berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari, hingga gadget baru.

Tak terasa dalam waktu singkat dana kaget tersebut ludes. Namun, Intan Kurnia Setyorini telah mempersiapkan keuangan menyambut Ramadhan.

"Tunjangan Hari Raya (THR) memang rejeki yang menggiurkan, karena seperti bonus yang segar di pertengahan bulan menjelang lebaran. Hal ini tentu akan menambah tabungan yang telah dikumpulkan selama setahun terakhir, apalagi jika ditambah dengan gaji bulanan,” kata Intan seorang PNS.

Hal ini tidak langsung membuat Intan menghabiskan seluruh THR buat berbelanja. Beberapa hari sebelumnya ia telah membuat pos-pos keuangan untuk Ramadhan. Sehingga pengeluaran tetap sama meskipun pemasukan bertambah banyak. Karena THR bisa digunakan untuk berbagai macam hal, selain untuk berbelanja.

“Semakin dewasa semakin sadar kalau sudah tidak bisa menghabiskan uang untuk diri sendiri saja. Harus menyisihkan untuk keluarga, zakat, tambahan tabungan untuk membeli rumah, dan macam-macam. Jadinya pengelugaran harus benar-benar diatur, bukan ketika dapet bonusan gini langsung dihabiskan begitu saja,” lanjutnya.

Pembuatan pos keuangan membantu Intan dalam mengatur pengeluaran selama bulan Ramadhan. Ia membuat lima pos keuangan, yang pertama adalah pos zakat dan sedekah. Karena zakat bersifat wajib dalam hukum Islam, sehingga pos ini yang paling diutamakan terlebih dahulu. Kemudian pos untuk memberikan THR kepada orang tua maupun saudara. Juga untuk pekerja yang membantu di rumah misal jika memiliki asisten rumah tangga, sopir, dan tak lupa juga tukang kebersihan sampah di komplek.

“Yang paling banyak ini memang pos pengeluaran THR, jadi sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum hari H. Apalagi harusnya diberikan sebelum Idul Fitri tiba, karena pasti akan digunakan untuk orang-orang yang memang membutuhkan,” jelasnya.

Setelah itu ia tak lupa mempersiapkan pos untuk mudik, karena tradisi untuk pulang kampung ini sudah turun temurun. Biaya untuk mudik harus dipersiapkan lebih dahulu agar tidak menguras tabungan. Apalagi jika bekerja di rantau harus menyiapkan tiket jauh-jauh dari agar kebagian tiket untuk pulang dan pergi.

“Bahkan kemarin temenku ada yang sudah pesan tiket tiga bulan sebelum puasa. Karena kalau mepet bisa-bisa nggak dapet tiket. Apalagi untuk PNS kan buat cuti dan liburnya nggak bisa fleksibel kan, jadi harus benar-benar sesuai jadwal. Molor berangkat dikit aja bisa panjang urusannya,” sebut gadis asal Rembang itu.

Selanjutnya adalah pos yang cukup menghabiskan banyak biaya, yaitu pos bingkisan. Karena tradisi di lingkungan rumah Intan masih sangat kental, sehingga setiap tahun pasti saling bertukar bingkisan. Hal ini perlu dipersiapkan dengan mencatat jumlah yang akan diberi dan batasan budget setiap bingkisan. Sehingga dana untuk membeli bingkisan lebih terperinci.

“Terakhir itu untuk bagi-bagi ke anak-anak yang main ke rumah pas lebaran. Biasanya ada bagi-bagi rejeki sedikit. Untuk anak-anak ini biasanya nggak banyak, cukup Rp 2 ribu atau Rp 5 ribu yang baru sudah pada senang,” katanya.

Menurutnya untuk membeli gadget baru atau liburan itu tidak harus menggunakan uang THR. Tetapi lebih dipersiapkan dengan tabungan sendiri jauh-jauh hari. Sehingga barang untuk sendiri tetap terbeli tetapi tidak menganggu pengeluaran tetap selama Ramadhan. Hal ini bisa sangat membantu untuk tetap menyetabilkan tabungan.

Lain lagi cerita ibu rumah tangga, Widi Astuti. Dia juga mempersiapkan pos keuangan untuk Ramadhan. Ia mendapatkan pelatihan finansial untuk ibu-ibu melalui acara komunitas. Menurutnya sebagai ibu rumah tangga haruslah bisa mengatur keuangan rumah tangga dengan baik.

“Ibu rumah tangga itu harus bisa segalanya sih, kalau nggak bisa gawat nanti kondisi ekonomi rumah tangga. Jadi pos pengeluaran selama Ramadhan ini perlu banget biar bisa tahu uang itu habis ke mana aja,” katanya.
Jika hanya terus melakukan pengeluaran tanpa catatan, uang akan semakin cepat terasa habis. Karena tidak jelas habis untuk pengeluaran apa. Tetapi dengan dikelompokkan dalam beberapa pos akan tahu secara pasti uang habis untuk keperluan apa.

“Untuk Ramadhan aku bikin beberapa pos selain untuk keperluan sehari-hari ya. Ada biaya mudik, bagi THR untuk keluarga, ART, terus untuk bingkisan parsel juga. Beli baju lebaran juga aku bikin pos biar belanja nggak kalap karena diskonan. Terus untuk buka bersama juga dibatesin, dan yang paling penting untuk belanja bahan makanan untuk hari lebaran, karena pasti beberapa harga bahan makanan bakal naik,” ujar ibu dua anak itu. (ifp).

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved