Tak Bisa Dimungkiri, Berkendara Malam Hari Miliki Risiko Paling Tinggi, Termasuk di Jalur Tol

Bagi para pemudik yang menggunakan mobil pribadi dan yang akan melintasi ruas Tol Trans Jawa di malam hari, diimbau ekstra waspada.

Tak Bisa Dimungkiri, Berkendara Malam Hari Miliki Risiko Paling Tinggi, Termasuk di Jalur Tol
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kondisi Jalan Pantura Kabupaten Batang saat malam hari, minim penerangan, Minggu (26/5/2019) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM - Bagi para pemudik yang menggunakan mobil pribadi dan yang akan melintasi ruas Tol Trans Jawa di malam hari, diimbau ekstra waspada.

Pasalnya, hampir sepanjang ruas tol tersebut sangat minim sistem pencahayaan jalan yang membuat pengendara akan merasa gelap saat melewatinya.

Karena itu, pastikan lampu mobil Anda dalam keadaan baik.

Contohnya saat Kompas.com bersama Tim Merapah Trans Jawa 4.0 melintasi Ruas Tol Palimanan hingga Probolinggo, dapat dikatakan penerangan hanya pada ruas tertentu, seperti rest area maupun simpang susun.

Menurut Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, sistem pencahayaan mobil tidak bisa diremehkan kendaraannya.

Karena itu sangat perlu dipastikan bila fungsinya bekerja secara baik sebelum melakukan perjalanan jauh seperti mudik Lebaran.

"Cek dan pastikan lampu utama itu bekerja maksimal, baik dinyalakan dalam kondisi standar atau saat menyorot jauh (high beam). Begitu juga bagi mobil yang sudah dilengkapi lampu kabut, pastikan semua optimal," ucap Didi, dilansir dari GridOto.com, Selasa (28/5/2019).

Didi mengingatkan, ketika melintasi ruas jalan yang cukup gelap, pastikan untuk selalu mementingkan keselamatan.

Jangan lajukan kendaraan terlalu cepat, tapi mulai kendurkan tekanan pedal gas dan sesuaikan ritme kecepatan dengan situasi jalan.

"Saat kondisi gelap kurang peneragan seperti melintasi Trans Jawa, ada baiknya jangan terlalu cepat mengendarai mobil. Hal ini menjadi langkah antisipasi pengemudi karena harus sigap bila ada sesuatu di jalan," ujar Didi.

Senada dengan Didi, menurut pendiri dan instruktur Jakarta Dfensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubuhu, berkendara di malam hari memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi dibandingkan saat pagi atau siang hari.

Seiring redupnya sinar matahari, visibilitas akan menjadi sangat berkurang.

Dengan begitu tingkat kewaspadaan dalam berkendara akan makin tinggi, yang efeknya akan membuat pengendara mudah lelah dan hilang konsentrasi.

"Sistem pencahayaan penerangan jalan lebih buruk di malam hari, walaupun ada lampu penerangan juga pasti gelap di malam hari. Dalam hal safety driving tidak ada pengecualian. Jam biologis itu ditakdirkan Tuhan bahwa malam hari kondisi akan menurun, karena oksigen juga mengecil. Sistem pencahayaan atau visibilitas jadi menurun," kata Jusri. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di GridOto.com berjudul "Tol Trans Jawa Masih Minim Penerangan, Harus Ekstra Waspada Kalau Berkendara di Malam Hari"

Editor: deni setiawan
Sumber: Gridmotor.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved