Jangan Sampai Anda Tertipu, Daging Oplosan Kerap Beredar Jelang Lebaran, Begini Cara Mengeceknya

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus terus berupaya mengantisipasi adanya peredaran daging oplosan atau yang mengandung zat berbahaya.

Jangan Sampai Anda Tertipu, Daging Oplosan Kerap Beredar Jelang Lebaran, Begini Cara Mengeceknya
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memeriksa kondisi daging yang diperdagangkan di wilayahnya. Satu di antaranya di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis (30/5/2019) dini hari. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus terus berupaya mengantisipasi adanya peredaran daging oplosan atau yang mengandung zat berbahaya jelang Lebaran.

Antisipasi ini ditandai melalui berbagai inspeksi ke beberapa tempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto mengatakan, pemeriksaan kualitas daging jelang Lebaran terakhir dilakukan pada Kamis (30/5/2019) dini hari.

Dalam pemeriksaan tersebut pihaknya menyisir ke Jalan Kudus-Gebog tepatnya Desa Gondosari, Kecamatan Gebog.

Di desa ini merupakan tempat digelarnya dagangan dan datangnya daging dari luar daerah.

Dalam pemeriksaan, kata Catur, tidak hanya memeriksa kondisi daging, tetapi juga memeriksa dokumen daging yang datang dari luar kota.

Pemeriksaan juga dilakukan ke penjual daging kerbau impor dari India dan ke penjual daging sapi yang berasal dari pemotongan sendiri.

“Alhamdulilah semuanya kondisi baik. Ada daging sedikit basah tetapi masih dalam batas toleransi kadar airnya, yaitu 70-80 sesuai alat ukur,” tuturnya.

Catur melanjutkan, pemeriksaan yang dilakukan ini merupakan bagian dari persiapan jelang Lebaran.

Biasanya tren konsumsi daging jelang Lebaran mengalami lonjakan.

“Ini bagian dari pelayanan, supaya masyarakat tidak cemas kalau mengonsumsi daging,” jelasnya.

Kemudian, lanjuutnya, pemeriksaan ini sekaligus sebagai antisipasi terhadap masuknya daging oplosan dari luar kota.

Untuk mengetahui perbedaan daging celeng yang biasanya dicampur dengan daging sapi, bisa dilihat dari warna dagingnya yang sedikit gelap dan berbau khas atau berbeda dengan bau daging sapi.

Oleh karena itu, apabila pedagang atau masyarakat mengetahui hal tersebut diminta agar melaporkan temuan daging oplosan tersebut untuk segera ditindaklanjuti. (Rifqi Gozali)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved