Bangunan Mewah di Jalan Kawi Raya Kota Semarang Ini Salahi IMB, Distaru dan Satpol PP Turun Langsung

Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang bersama Satpol PP Kota Semarang mengecek bangunan mewah di Jalan Kawi Raya, Kelurahan Wonotingal

Bangunan Mewah di Jalan Kawi Raya Kota Semarang Ini Salahi IMB, Distaru dan Satpol PP Turun Langsung
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang bersama Satpol PP Kota Semarang mengecek bangunan mewah yang menyalahi IMB di Jalan Kawi Raya, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Semarang, Jumat (31/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang bersama Satpol PP Kota Semarang mengecek bangunan mewah di Jalan Kawi Raya, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Semarang, Jumat (31/5/2019).

Pengecekan ini menindaklanjuti pembongkaran sebagian bangunan yang dilakukan beberapa waktu lalu lantaran menyalahi izin mendirikan bangunan (IMB) yang dikeluarkan Distaru.

Kabid Penataan dan Pemanfaatan Bangunan, Pita Marhaendriyanto mengatakan, pengecekan kali ini memastikan pemilik bangunan sudah memperbaiki bangunan sesuai dengan IMB.

Pelanggaran yang dilakukan antara lain jumlah lantai, garis sempadan depan dan belakang, serta penambahan basement.

"Ini melanggar garis sempadan baik depan maupun belakang. Kemudian, dalam izin tidak ada basement, ini ada basementnya. Atap lantai 4 juga dimanfaatkan, padahal dalam izin hanya sampai lantai 4," jelas Pita.

Pita melanjutkan, pihaknya pun sudah melakukan pembongkaran bagian depan dan meminta pemilik bangunan untuk memperbaiki sesuai dengan IMB yang dikeluarkan.

"Ini memang perlu ada kajian mendalam apabila dilakukan pembongkaran, memerlukan teknis khusus sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar," paparnya.

Saat ini pembangunan bangunan megah yang bakal dimanfaatkan untuk tempat usaha tersebut sudah dihentikan. Apabila nantinya tidak dapat dilakukan pembongkaran bagian yang melebihi luasan, Pita tidak memperbolehkan pemilik bangunan memfungsikan bagian tersebut.

"Yang boleh difungsikan hanya yang sesuai IMB saja," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, jika bagian bangunan yang melebihi luasan sesuai IMB dipangkas atau dibongkar akan berpengaruh pada struktur bangunan secara keseluruhan.

Dia pun akan mengajak pemilik rumah dan tetangga lingkungan sekitar sebagai pelapor agar menemukan titik temu atau solusi yang disepakati bersama.

"Ini akan kami pertemukan kedua belah pihak, pemilik bangunan juga siap menyelesaikan sesuai IMB. Memang kalau dibongkar semua tidak mungkin," ucapnya.

Kuasa Hukum pemilik rumah, Kus Martanto mengakui, bangunan tersebut melanggar IMB namun pemilik rumah sudah melakukan upaya perbaikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Apa yang diminta pemkot sudah dilakukan. Pembongkaran filet, pengunduran garis bangunan, semua sudah dilakukan," tutur Martanto.

Dia pun meminta, jika harus dilakukan pembongkaran, Pemkot harus melihat sisi keamanan bangunan dan tidak mengubah struktur dasar bangunan. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved