Mudik Bawa Tembakau Hanoman, Warga Purbalingga Ini Dipastikan Lebaran di Sel Tahanan

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga berhasil mengamankan dua tersangka pelaku penyalahgunaan narkotika jenis Tembakau Hanoman.

Mudik Bawa Tembakau Hanoman, Warga Purbalingga Ini Dipastikan Lebaran di Sel Tahanan
IST
AD (23) warga Desa/Kecamatan Padamara, Purbalingga dan SG (20) warga Desa Margomulyo, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen saat gelar perkara di Mapolres Purbalingga, Jumat (31/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga berhasil mengamankan dua tersangka pelaku penyalahgunaan narkotika jenis Tembakau Hanoman.

Hal itu disampaikan Wakapolres Purbalingga Kompol Sigit Martanto saat menggelar konferensi pers di mapolres, Jumat (31/5/2019) sore.

Disampaikan Wakapolres dua tersangka yang diamankan yaitu AD (23) warga Desa/Kecamatan Padamara, Purbalingga dan SG (20) warga Desa Margomulyo, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Keduanya diamankan saat sedang menikmati Tembakau Hanoman dengan cara dihisap di teras rumah AD.

Berdasarkan pengakuan tersangka AD, Tembakau Hanoman diperoleh dari temannya yang bernama Sandi ketika bekerja di Bandung.

Sedangkan SG juga mendapatkan tembakau tersebut dari Sandi namun ia membelinya sebelum pulang mudik.

"Tembakau tersebut dibawa keduanya saat mudik ke rumah AD.

Selanjutnya tembakau dinikmati bersama hingga berhasil ditemukan petugas yang curiga dengan gerak gerik keduanya.

Saat dilakukan penggeledahan berhasil ditemukan barang bukti Tembakau Hanoman tersebut," ucap wakapolres.

Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti diantaranya 2 linting jenis Tembakau Hanoman bekas dibakar seberat 0.35 gram, 1 plastik klip berisi paket Tembakau Hanoman, 1 bungkus rokok dan telepon genggam.

"Kepada para tersangka dikenakan pasal 112 ayat (1) subs pasal 114 ayat (1) sub pasal 111 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta serta denda maksimal hingga Rp 8 miliar," pungkas wakapolres.

Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved