Pelihara Kerukunan, Warga Kompak Pasang Lampu Hias dan Gelar Buka Bersama di Gang Alpukat 2 Kendal

Kerukunan yang ditunjukan warga Gang Alpukat 2, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal patut dicontoh.

Pelihara Kerukunan, Warga Kompak Pasang Lampu Hias dan Gelar Buka Bersama di Gang Alpukat 2 Kendal
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Suasana kekompakan warga Gang Alpukat 2, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal memasang lampu hias di sepanjang gang tempat tinggal mereka, Jumat (31/5/2019) petang. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kerukunan yang ditunjukan warga Gang Alpukat 2, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal patut dicontoh.

Mereka mempunyai kebiasaan unik untuk memperkuat jalinan silaturahmi dan kerukunan terutama pada saat Ramadan.

Mereka bergotong royong menghias kampung mereka dengan ribuan lampu kelap-kelip di sepanjang jalan gang.

Tentunya hal yang mereka lakukan itu membuat kampung mereka menjadi cantik manakala saat malam tiba.

Di bawah kerlap-kerlip terangnya lampu hias itu, mereka sering menghabiskan waktu senggang di malam hari untuk saling berdiskusi dan bertukar informasi.

Tak hanya itu, untuk menambah keakraban, mereka rutin menggelar buka bersama di jalan kampung mereka.

Nova Susanti, tokoh masyarakat Gang Alpukat 2 itu mengatakan, warga secara swadaya dan bergotong royong memasang lampu untuk menghiasi kampung.

Bahkan untuk hidangan berbuka puasa bersama, mereka masak bersama di jalan gang.

"Kami ingin menunjukan pasca pemilu, masyarakat bersatu dan rukun. Dengan kegiatan menghias kampung dan berbuka puasa bersama setiap satu minggu," ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com, Jumat (31/5/2019).

Ia menambahkan, tradisi menghias lampu ini telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu.

Namun untuk tradisi buka bersama baru dilakukan tahun ini.

"Semua ini merupakan hasil inisiatif dari warga. Harapannya kerukunan ini berlangsung terus ke depannya," ujarnya.

Sementara itu, seorang warga, Naning sangat senang dengan kegiatan menghias dan berbuka puasa yang rutin digelar saat bulan puasa.

Menurutnya, para warga sangat antusias dalam melakukan tradisi menghias dan buka bersama itu.

"Ada yang nyumbang es krim dan buah untuk berbuka puasa. Tidak ada paksaan semua warga sukarela melakukan itu semua dan buka puasanya di jalan kampung agar lebih akrab," ujarnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved