Pencuri Gondol Uang dan Perhiasan Senilai Rp 600 Juta di Taman Bodas Gajahmungkur

Sekelompok pencuri beraksi jelang waktu berbuka puasa di sebuah rumah di Jalan Taman Telaga Bodas Nomor 8 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Gajahmungkur

Pencuri Gondol Uang dan Perhiasan Senilai Rp 600 Juta di Taman Bodas Gajahmungkur
Tribunjateng.com/Moch Saifudin
Rumah dengan gerbang cat warna hijau merupakan rumah korban pembobolan maling di Jalan Taman Telaga Bodas No 8, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Dalam kondisi tertutup karena sedang ditinggal kerja oleh pemiliknya, Kamis (30/05/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sekelompok pencuri beraksi jelang waktu berbuka puasa di sebuah rumah di Jalan Taman Telaga Bodas Nomor 8 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang, Selasa (28/5) pukul 17.15.

Pelaku diperkirakan lebih dari satu orang karena mampu mendongkel gerbang besi dan pintu utama rumah. Akibatnya, uang dan perhiasan yang disimpan di rumah Budi Raharjo (42) senilai Rp 600 juta raib.

"Dari keterangan saksi sekaligus istri korban mengatakan saat berangkat kerja pada pukul 09.00 rumah telah dikunci semua. Namun, saat pulang kerja saksi terkejut lantaran mendapati pagar rumah rumah sudah terbuka," ungkap Kapolsek Gajahmungkur Kompol Rochana Sulistyoningrum, Rabu (29/5).

Ia menyebutkan, selain membawa uang para pelaku juga membawa DVR CCTV yang terpasang di rumah tersebut. Sejumlah pintu kamar juga berhasil dibobol pelaku.

"Tiga pintu kamar rusak dicongkel dan almari pakaian diacak- acak dan satu brangkas dalam keadaan rusak," katanya.
Korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Gajahmungkur.

"Tadi kita gabungan dengan Polrestabes Semarang untuk melakukan olah TKP, dari pemeriksaan awal kerugian ditaksir mencapai Rp 600 juta, berupa uang tunai dan perhiasan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 01 RW 04, Bahriyah, mengatakan, pembobolan rumah tidak bisa diketahui secara persis pukul berapa. Namun korban pulang kerja sekira pukul 16.30 WIB mendapati gerbangnya rusak, Selasa (28/5).

Ia mengaku langsung ke lokasi kejadian setelah dihubungi oleh korban. Ia menuju rumah korban yang sekira ratusan meter dari jarak rumahnya di malam hari.

"Menurut Pak Budi Raharjo (korban; red), ia pulang kerja sebelum pukul 17.00 WIB. Kemudian mendapati engsel gerbangnya rusak. Menurutnya, kemungkinan maling mengangkat satu sisi gerbang kemudian merusak engsel, tidak merusak gembok," terang Bahriyah yang juga istri ketua RT tersebut, Kamis (30/5).

Menurut Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Rochana Sulistyoningrum, mengatakan, kerugian yang diperoleh dari pemeriksaan awal mencapai Rp 600 juta, Rabu (29/5).

Selain itu Bahriyah menjelaskan, saat di lokasi kejadian bersama korban dan bersama Kapolsek Gajahmungkur, pembantu rumah sebelah sempat melihat dua orang mencurigakan menggunakan motor. Namun pembantu tersebut tidak bisa melihat nomor polisi kendaraan.

Bahriyah menilai pembobolan rumah tersebut sudah dipelajari maling sebelumnya. Dari hasil informasi yang didapat Bahriyah dari korban, pembantu korban sedang tidak di rumah saat kejadian. Menurut keterangan, pembantu sedang pulang kampung karena orangtuanya meninggal. Selain itu, anjing yang biasa menjaga rumah, juga sedang dimandikan beberapa hari di tempat pemandian. Sehingga rumah korban menjadi sepi. (ivo/jam)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved