Jelang Lebaran, 90 Persen Kamar di Aston Inn Pandanaran Sudah Terpesan

90 persen kamar hotel di Aston Inn Pandanaran Semarang sudah terpesan untuk libur lebaran

Jelang Lebaran, 90 Persen Kamar di Aston Inn Pandanaran Sudah Terpesan
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Para penghapal Quran diantar pihak manajemen hotel untuk menginap di kamar Aston Inn Pandanaran Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - 90 persen kamar hotel di Aston Inn Pandanaran Semarang sudah terpesan untuk libur lebaran. Hal itu disampaikan General Manajer hotel tersebut Yuni J Manicha.

Ditemui dalam kegiatan sosial buka bersama dengan penyapu jalanan, Jumat (31/2/2019) malam ia optimistis mulai hari Minggu hingga delapan hari kemudian okupansi kamar bisa di angka 100 persen.

"Sejak anak-anak sekolah mulai libur kemarin, okupansi sudah mulai merangkak naik di kisaran 85 persen, sejak kemarin kami sudah hampir penuh terpesan untuk libur lebaran," terang Yuni kepada Tribun Jateng.

Ia memprediksi kondisi itu akan bertahan setidaknya hingga tanggal 9 Juni. Setelah itu menurutnya akan mulai berangsur turun.

"Tentu ini sangat menggembirakan, terlebih dari awal Ramadan lalu yang trennya okupansi turun, kami masih stagnan, tidak terjadi penurunan," tambah Yuni.

Sebagai ungkapan rasa syukur, Aston Inn Pandanaran kemudian menggelar rangkaian kegiatan sosial pada Bulan Ramadan kali ini.

Mulai sahur on the road, mengundang penghapal
Qur’an untuk menginap di hotel, pemberian donasi
untuk anak yatim piatu hingga buka puasa bersama warga sekitar hotel, penyapu jalanan dan tukang sampah.

"Kami ingin keberadaan kami juga dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar, mereka yang kurang beruntung, hingga mereka yang fokus di jalan agama dengan berbagai kegiatan sosial kami," ucapnya.

Di lain sisi Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Bambang Mintosih beberapa waktu lalu sempat menyebut bahwa okupansi hotel-hotel di Kota Semarang bisa mencapai 100 persen pada waktu libur lebaran.

"Saat ini pembangunan pariwisata di kota ini cukup pesat. Menjadi daya tarik, mungkin memang Semarang bukan kota tujuan utama mudik tapi akan menjadi alternatif pemudik untuk singgah berwisata," imbuhnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved