Ratusan Kaum Dhuafa Mengantre Zakat di Jalan Letjend Suprapto Kota Semarang

Tradisi yang menjadi sebuah keharusan masyarakat muslim di bulan Ramadan salah satunya berzakat.

Ratusan Kaum Dhuafa Mengantre Zakat di Jalan Letjend Suprapto Kota Semarang
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Ratusan warga mengantre untuk menerima zakat di Jalan Letjend Suprapto Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang, Jumat (31/5/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tradisi yang menjadi sebuah keharusan masyarakat muslim di bulan Ramadan salah satunya berzakat.

Hal tersebut yang digadang masyarakat untuk melakukan sebuah kewajiban bentuk ketakwaannya dan juga aktif berbagi kepada sesama.

Terkhusus di akhir bulan Ramadan warga muslim saling mengeluarkan zakat fitrah, begitu halnya dengan zakat harta atau yang biasa disebut zakat mal.

Pada Jumat (31/5/2019) terlihat ratusan kaum dhuafa mengantre untuk mendapatkan zakat mal di Jalan Letjend Suprapto Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang.

Baznas Demak Telah Salurkan Zakat Fitrah dari 7.867 ASN

Mereka rela berpanas-panasan untuk mendapatkan jatah zakat mal yang diberikan ahliwaris alm H Muhammad Nawang Layung.

Ahli warisnya, Anton HM Budiarto mengatakan, tradisi pemberian zakat oleh keluarganya memang sudah berjalan cukup lama tiap tahunnya.

Adapun konsep pemberian zakat pada tahun ini direncanakan untuk disalurkan kepada masjid.

Disebabkan beberapa warga yang berharap untuk tetap disalurkan langsung ke warga, Anton bersama keluarga kembali melanjutkan tradisi Alm Ayahandanya untuk memberikannya langsung kepafa warga.

"Jadi kami melestarikan apa yang sudah bapak ibu lakukan dan itu sebagai upaya apa yang pernah dan sudah dilakukan oleh orangtua," jelas Anton.

"Adapun jumlahnya berbeda-beda dengan disesuaikan dengan kondisi penerima. Untuk lansia Rp 100 ribu, dan untuk anak maupun remaja Rp 50 ribu," sambungnya.

Barisan para calon penerima zakat pun semakin mengular panjang ketika waktu pembagian dilakukan.

Mereka nampaknya rela memgantre dari subuh hingga pukul 07.30.

Salah seorang penerima zakat, Siti Aminah (55) mengaku datang selepas salat subuh atau pukul 05.05 WIB.

Meski masih dalam keadaan sepi, Aminah tetap bahagia karena pada akhirnya dia mendapatkan nomer urut pertama pada pembagian.

"Bahkan setiap tahunnya ia selalu mengikuti pembagia zakat mal dan uangnya digunakan untuk keperluan lebaran karena anak dan cucu kumpul dirumah sambil merayakan lebarann. Biasanya kalau lebaran itu semua keluarga kumpul sehingga rumah menjadi ramai,” pungkasnya. (sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved