Ketua DPD Partai Demokrat NTB Batal ke Cikeas Bogor, Terpaksa Kirim Doa di Ponpes Lombok Tengah

Seluruh kader Partai Demokrat merasakan duka mendalam, mengingat Ani Yudhoyono adalah sosok yang sangat perhatian pada seluruh kader partai.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB Batal ke Cikeas Bogor, Terpaksa Kirim Doa di Ponpes Lombok Tengah
KOMPAS.com/ABBA GABRILIN
Suasana di Pendopo Puri Cikeas, tempat jenazah Ani Yudhoyono disemayamkan dan dishalatkan, Minggu (2/6/2019). Salat jenazah diimami KH Maruf Amin. 

TRIBUNJATENG.COM, MATARAM - Berpulangnya Ani Yudhoyono membawa duka mendalam bagi kader Partai Demokrat di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua DPD Partai Demokrat, Mahally Fikri mengatakan, telah menyiapkan diri bersama Sekretaris DPD Demokrat NTB, Zainul Aldi, berangkat ke Cikeas, Bogor, Jawa Barat, mengikuti pemakaman Ani Yudhoyono.

Namun akhirnya Mahally hanya menyempatkan berdoa bersama jemaah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kamal Nahdatul Wathan, Lombok Tengah, untuk Ani Yudhoyono.

Kepada Kompas.com, Mahally mengatakan, seluruh kader Partai Demokrat merasakan duka mendalam, mengingat Ani Yudhoyono adalah sosok yang sangat perhatian pada seluruh kader partai meskipun di daerah.

Mahally mengatakan, secara pribadi mengenal dan sering bertemu dengan istri Presiden ke enam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

"Kami sering bertemu dengan Ibu Ani tujuh tahun terakhir ini, sejak saya aktif dipartai Demokrat. Setiap bertemu dengan Ibu Ani terutama di acara dan kegiatan Partai Demokrat, kami selalu mendapat kesan yang positif. Beliau sangat ramah dan perhatian kepada semua kader partai," kata Mahallly.

Dikatakannya juga selain sangat aktif, Ani juga selalu setia mendampingi SBY membesarkan partai.

Sehingga siapa saja merasa menjadi sangat dekat dan akrab dengan Ani.

Keramahan dan kebaikan Ani sangat dirasakan dan masih terkenang hingga kepergiannya.

"Sering sekali beliau yang lebih dahulu menyapa saat berjumpa. Beliau orang yang sangat lembut, santun dan sabar dalam nemberikan bimbingan kepada kader kader partai," kata Mahally.

Dalam beberapa pertemuan dan acara konsolidasi partai, Ani kerap menyumbangkan ide untuk kemajuan partai.

Karena itu, kata Mahally, wafatnya Ani Yudhoyono adalah duka dan kehilangan yang besar bagi Partai Demokrat.

"Semoga beliau husnul khotimah, diterima semua amal kebaikannya, diampuni semua salah khilafnya dan ditempatkan ditempat yang mulia dalam surga jannatul firdaus Nya, amin," ujar Mahally. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Kader Demokrat di Daerah Tentang Ani Yudhoyono yang Lembut dan Perhatian"

Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved