PPN Dorong 'Kaum Sarungan' Kembangkan Ekonomi Kreatif dan Kerakyatan

Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (PPN) mendorong agar ‎'kaum sarungan' --yang hampir selalu diidentiikan dengan Nahdlatul Ulama

PPN Dorong 'Kaum Sarungan' Kembangkan Ekonomi Kreatif dan Kerakyatan
ISTIMEWA
FGD yang diinisiasi oleh PPN di PBNU mengambil tema 'Pengembangan Koperasi Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif dalam mendukung Perekonomian Nasional?'. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (PPN) mendorong agar ‎'kaum sarungan' --yang hampir selalu diidentiikan dengan Nahdlatul Ulama (NU)--, berdikari secara secara ekonomi.

Ini mengingat NU merupakan organisasi masyarakat (ormas) dengan jumlah anggota terbanyak alias terbesar di Indonesia.

‎"NU adalah ‎organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia yang anggotanya secara mayoritas menguasai ‎perekonomian mikro nasional," kata pengusaha muda NU, Witjaksono, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Sabtu (1/6/2019).

Disampaikan, saat ini ‎londisi perekonomian nasional dirasa semakin menunjukkan kelesuan.

Hal itu membuat PBNU ‎melalui PPN, merasa perlu untuk mendukung bangkitnya perekomian ‎nasional, yang pada arahnya nanti untuk menyejahterakan umat. Bukan berakumulasinya modal di segelintir golongan. ‎

Menurut dia, saat ini ketimpangan sosial di Indonesia masih tinggi. Di mana, sambung dia, menurut Oxfam Interntional hanya satu persen penduduk terkaya Indonesi, menguasai 45 persen kekayaan nasional.

Sehingga, ‎Indonesia berada pada ‎peringkat 10 besar negara dengan ketimpangan sosial tertinggi di dunia‎.

‎"PPN menyadari potensi NU yang sangat dekat ‎dengan istilah ekonomi kerakyatan‎. Karena itu, kami mendorong kaum Nahdliyin untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan perkoperasian," tutur dia, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk '‎Pengembangan Koperasi Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif
dalam mendukung Perekonomian Nasional‎'.

Dalam kegiatan yang ‎diprakarsai oleh Ketua PBNU bidang Ekonomi, H. Umarsyah HS dan dihelat di kantor PBNU Jakarta itu, dihadiri sejumlah tokoh nasional.

Halaman
123
Penulis: yayan isro roziki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved