Pukul Bokong Anak Bisa Picu Perilaku Agresif

Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika Serikat (AAP) telah mengeluarkan pernyataan tegas tentang hal itu.

Pukul Bokong Anak Bisa Picu Perilaku Agresif
SHUTTERSTOCK via Kompas.com
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM - Memukul bokong mungkin menjadi salah satu kebiasaan turun temurun yang dilakukan sebagian orangtua ketika anaknya nakal.

Ternyata, berdasarkan sejumlah studi tentang pengembangan anak, kebiasaan tersebut sudah seharusnya dihentikan, karena berbahaya.

Bahkan, Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika Serikat (AAP) telah mengeluarkan pernyataan tegas tentang hal itu.

Sebuah riset yang dilakukan lebih dari 20 tahun lalu mengungkap, memukul bokong anak bisa meningkatkan sifat agresi dan tidak efektif untuk mengubah perilaku anak.

Hal itu disertai data dari sejumlah studi yang mengungkap, anak-anak yang sering dipukul bokongnya oleh orangtua akan cenderung lebih gemar menentang.

Mereka pun berpotensi menunjukkan perilaku agresif di usia prasekolah dan sekolah, berpotensi meningkatkan risiko penyakit kesehatan mental, hingga penurunan kepercayaan diri.

Dokter anak Karen Estrella, mengungkapkan, memukul bokong mungkin akan memunculkan rasa takut dalam diri anak ketika hal itu berlangsung.

Namun perlakuan tersebut sesungguhnya tidak akan bisa mengubah perilaku anak menjadi lebih baik untuk jangka waktu panjang.

Sering, memukul bokong seolah menormalisasi tindakan pemukulan yang akan memicu perilaku agresif, sehingga konflik antara anak dan orangtua lebih berpotensi muncul.

"Anak-anak memandang orangtua sebagai role model."

Halaman
1234
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved