Bumbu Dapur dan Segala Daging Diburu Pembeli di Pasar-pasar di Pekalongan

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, warga Pekalongan memadati sejumlah pasar tradisional untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok

Bumbu Dapur dan Segala Daging Diburu Pembeli di Pasar-pasar di Pekalongan
Tribunjateng/ Indra Dwi Purnomo
Situasi arus lalu lintas di depan Pasar Banyurip, Kota Pekalongan 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, warga Pekalongan memadati sejumlah pasar tradisional untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan masakan khas lebaran.

Dari pantauan Tribunjateng.com warga sudah memadati Pasar Tradisional Banyurip Buaran, Pasar Wiradesa, dan Pasar Tradisional Podosugih, Senin (03/06/2019).

Sejumlah warga yang dominan kaum ibu memenuhi area pasar yang menjual bumbu dapur, daging sapi, daging ayam, bunga, pusara, serta kebutuhan pokok tersebut.

Bahkan di luar pasar juga terlihat, pedagang ketupat dan lontong.

Masyarakat mengaku mendahului belanja kebutuhan masakan untuk Hari Lebaran guna menghindari harga yang biasanya semakin meninggi mendekati Idul Fitri pada setiap tahunnya dan padatnya pembeli di pasar.

"Kalau H-1 lebaran, biasanya naik harga-harganya dan kondisi di pasar pasti ramai sekali. Apalagi di Pasar Banyurip ini, kondisinya saat ini sudah banyak pembeli memadati Pasar," kata Imah (26) warga Medono kepada Tribunjateng.com usai membeli bawang merah di Pasar Banyurip.

Imah mengaku dia juga rencananya akan membeli sayuran dan daging untuk disimpan hingga setelah lebaran karena pasar-pasar tradisional tutup setelah hari raya Idul Fitri.

"Pasar tradisional pada hari-hari biasa cenderung sepi menjelang siang hari. Namun jika menjelang hari lebaran, kegiatan jual beli di pasar masih terjadi hingga pukul 12.00 WIB," jelasnya.

Antrian pembeli juga terjadi di Pasar Wiradesa, Kabupaten Pekalongan dan bahkan pasar yang terletak di Pantura Pekalongan ini, sudah mulai padat karena banyak aktivitas dari warga lokal.

Seperti yang diungkapkan, oleh Tri Handayani (34) pasar Wiradesa hari ini sudah ramai sekali dan arus lalu lintas juga mulai tersendat.

Harga yang sudah naik jelang lebaran yaitu cabai merah. Cabai merah per kilogramnya sekarang mencapai Rp 50 ribu

"Cabai merah sekarang Rp 50 ribu perkilogramnya, sebelum naik harganya Rp 20 ribu perkilogram. Kondisi arus lalu lintas ramai sekali mas, kalau siang ini karena sudah masuk H-2 jelang lebaran,"ungkapnya.

Terpisah Sri (39) warga Kelurahan Kergon, Kota Pekalongan yang sedang berbelanja di Pasar Podosugih menjelaskan setiap pasar pasti sudah ramai sekali, karena lebaran kurang dua hari lagi.

Banyak aktivitas warga yang berbelanja kebutuhan pokok di berbagai pasar. Tadi, ia beli kentang yang berukuran besar harganya saat ini masih normal kisaran Rp 15 ribu perkilogram.

"Rencananya beli kentang untuk dimasak waktu lebaran dengan disajikan bersama ayam opor dan lontong. Saya sengaja agak siangan pergi ke pasar karena kalau pagi pasar pasti ramai sekali,"imbuhnya. (Dro)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved