Kapolda Jateng: Hingga H-2 Lebaran Sudah Ada 13 Pemudik Meninggal

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di Jalan Tol Trans Jawa, kepolisian akan diberlakukan pembatasan kecepatan.

Kapolda Jateng: Hingga H-2 Lebaran Sudah Ada 13 Pemudik Meninggal
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi kunjungi Pospam Mudik Gandulan Kabupaten Pemalang, Senin (3/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi kunjungi Pospam Mudik Gandulan Kabupaten Pemalang.

Kunjungan tersebut untuk memastikan kelancaran arus mudik di Jalan Pantura dan Jalan Tol Trans Jawa.

Dalam kunjungan, Irjen Pol Rycko menjelaskan, jumlah pemudik sudah mulai menurun.

"Puncaknya pada 31 Mei 2019 lalu dimana kendaraan dari arah barat menuju timur mencapai 300 persen dibandingkan hari biasa. Pada H-2 Lebaran kendaraan menurun menjadi 200 persen," jelasnya, Senin (3/6/2019).

Ia juga menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di Jalan Tol Trans Jawa, akan diberlakukan pembatasan kecepatan.

"Kami akan lakukan penyekatan di jalan tol untuk membatasi kecepatan kendaraan pemudik. Karena rata-rata kendaraan pemudik bisa melaju hingga 100 kilometer perjam, dimana mengakibatkan kecelakaan seperti yang terjadi di KM 314 Kecamatan Taman Pemalang," ujarnya.

Selain pembatasan kecepatan di bawah 100 kilometer perjam, dipaparkannya, sistem one way juga akan diberlakukan.

"Sistem one way itu situasional. Jika benar-benar arus lalu lintas padat akan kami terapkan," jelasnya.

Irjen Pol Rycko menuturkan, hingga H-2 Lebaran korban kecelakaan berjumlah 13 orang meninggal.

"Di dalam tol sudah empat orang meninggal. Sementara di luar jalan tol atau Jalan Pantura sembilan orang meninggal saat arus mudik," ujar Irjen Pol Rycko.

Kapolda Jateng memprediksi puncak arus balik akan terjadi tiga hari setelah Lebaran.

"Kalau puncak arus mudik kemungkinan terjadi pada 8 hingga 9 Juni 2019 mendatang. Untuk antisipasi, kami akan melakukan rekayasa lalu lintas," imbuhnya.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan ke kampung halaman.

"Faktor kecelakaan yang terjadi sepanjang arus mudik adalah kelelahan. Jadi kami imbau agar lebih berhati-hati," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved