Kisah Pemudik Pemalang-Surabaya Pakai Motor Tua Dinaiki 5 orang

Mudik atau pulang ke kampung halaman saat lebaran menjadi kebiasaan sebagian besar umat Islam di Indonesia.

Kisah Pemudik Pemalang-Surabaya Pakai Motor Tua Dinaiki 5 orang
ISTIMEWA
Pemudik Comal Pemalang-Gubeng Surabaya dengan sepeda motor tua yang dinaiki lima orang. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Mudik atau pulang ke kampung halaman saat lebaran menjadi kebiasaan sebagian besar umat Islam di Indonesia.

Akibatnya jalan akan dipadati kendaraan.

Masing-masing ingin sampai ke kampung halaman demi menikmati suasana lebaran.

Ada banyak alasan untuk mudik saat lebaran.

Mulai dari alasan ingin bertemu orangtua, ada juga yang ingin nostalgia dengan kampung di mana dia dilahirkan.

Misalnya saja Yoan Heru.

Pria ini setiap tahun pasti menyempatkan waktu untuk mudik dari Comal Pemalang le Gubeng, Surabaya.

Kecelakaan Mudik Lebaran : Keluarga Kusna Gagal Mudik ke Klaten, Dua Tewas di Jalan Tol Pemalang

Gibran Akan Beri Teguran Keras, Kaesang Pangarep: Maaf Sudah Mengecewakan Kakak

Sore Ini, Prabowo Berencana Temui SBY untuk Berbelasungkawa

Kronologi Penangkapan Siswa SMK Yang tepergok Curi Bra Tetangga, Inilah Motifnya

Anak dan istrinya selalu diajak pulang ke tempat di mana dia dilahirkan.

Semangat untuk pulang semakin membaja.

Apalagi dibarengi dengan niat dari dalam hati Yoan untuk bertemu dengan seorang ibu.

Tidak ada kendaraan mewah baginya untuk pulang ke Surabaya.

Halaman
1234
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved