Mudik Lebaran: Rizki Tempuh Tanggerang - Semarang Pakai Sepeda, Hari ke 3 Sampai Tegal
Kebanyakan orang saat mudik biasanya cenderung memilih kendaraan yang nyaman atau cepat.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Kebanyakan orang saat mudik biasanya cenderung memilih kendaraan yang nyaman atau cepat.
Namun berbeda dengan Rizki (36), perantau dari Semarang yang bekerja di menjadi staf sekolah swasta di Tanggerang.
Ia lebih memilih mudik dari Tanggerang ke Semarang menggunakan sepeda.
Saat ditemui , ia dan kawannya Yoseph (44) sudah sampai di Kota Tegal.
"Kami berangkat Sabtu siang 1 Juni.
Hari ini menjadi perjalanan hari ketiga," kata Rizki kepada Tribunjateng.com Senin (3/6/2019).
• Viral di Medsos, Pria Berlumur Lumpur di Pemalang Ternyata Korban Pengeroyokan
• Kecelakaan Mudik Lebaran : Keluarga Kusna Gagal Mudik ke Klaten, Dua Tewas di Jalan Tol Pemalang
• Kisah Pemudik Pemalang-Surabaya Pakai Motor Tua Dinaiki 5 orang
• BREAKING NEWS: 8 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Karambol di Tol Tembalang Semarang
Rizki mengatakan, dua malam yang lalu ia beristirahat di Indramayu dan Subang.
Ia tidak terlalu khawatir.
Menurutnya, di setiap daerah ada komunitas sepeda yang menyediakan posko istirahat
Apalagi kegiatan Gowes Moedik komunitas sepeda ini, diikuti oleh ratusan sepeda.
"Ada lebih dari seratus orang dari Jabodetabek yang mudik pakai sepeda. Kami saja ini kloter terakhir," ungkapnya.
Rizki mengatakan, mudik dengan sepeda harus pandai menjaga fisik, waktu tidur, dan mengatur kandungan air dalam tubuh.
Selain itu, kondisi sepeda harus dipastikan baik sebelum mulai perjalanan.
Ia pun membawa perlengkapan pribadi seperti baju dan celana ganti, matras, alat mandi hingga obat-obatan.
Ia menargetkan Selasa 4 Juni sudah sampai di rumahnya, di Perumahan BSB Mijen.
Adapun keluarga, Rizki mengaku istri dan anaknya sudah pulang dulu menggunakan kendaraan umum.
"Saya baru kali ini mudik dengan sepeda. Kalau di jalan, angan-angannya harus sampai Semarang sebelum lebaran," ungkapnya.
Yoseph, sendiri sudah dua kali mudik menggunakan sepeda.
Tahun lalu pulang ke rumahnya di Purbalingga, sedang tahun ini ikut pulang ke rumah Rizki.
Ia merasa ada tantangan tersendiri bersepeda menempuh jarak yang jauh.
"Kami tidak khawatir kecapaian di jalan. Di tiap kota pasti sudah ada posko peristirahatab komunitas sepeda," katanya. (fba)
• Tanggapan Lion Air Semarang saat Gubernur Ganjar Terkejut Lihat Mahalnya Harga Tiket Pesawat
• BREAKING NEWS: 8 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Karambol di Tol Tembalang Semarang
• Daftar Promo Harga HP Terbaru Oppo hingga Vivo
• Pria Asal Jepara Hampir Celaka Gara-gara Nazar Tinggal 40 Hari di Gunung Muria
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mudik-naik-sepeda-fba.jpg)