Pemudik Nikmati Suasana Pabrik Gula Zaman Belanda di Rest Area Banjaratma Brebes

Bagi pemudik yang akan pulang ke kampung halaman untuk berlebaran melalui tol Pejagan-Pemalang, tak perlu khawatir untuk mencari tempat istirahat

Pemudik Nikmati Suasana Pabrik Gula Zaman Belanda di Rest Area Banjaratma Brebes
m zaenal arifin
Pemudik singgah dan menikmati aneka kuliner yang berada di dalam bangunan bekas pabrik gula di rest area Banjaratma, tol Pejagan-Pemalang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM -- Bagi pemudik yang akan pulang ke kampung halaman untuk berlebaran melalui tol Pejagan-Pemalang, tak perlu khawatir untuk mencari tempat istirahat atau rest area dengan berbagai fasilitas yang disediakan. Di Kilometer (KM) 260 tol Pejagan-Brebes, tersedia rest area yang juga menjadi destinasi wisata.

DItempat itu sebuah bangunan bekas pabrik gula peninggalan zaman penjajahan Belanda kini sudah disulap menjadi sebuah rest area dengan fasilitas yang lengkap. Tak hanya itu, pemudik yang singgah di tempat tersebut selain bisa beristirahat juga dapat berwisata sejarah.

Rest Area yang berada di bekas Pabrik Gula (PG) Banjaratma, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes itu, dibangun di lahan seluas 5.302 meter persegi.

Sedangkan untuk para pedagang, khususnya pelaku UMKM ditempatkan di bangunan utama PG dengan luas lahan sekitar 1.352 meter persegi. Sementara sisa lahan yang ada digunakan untuk area parkir dan fasilitas pendukung lainnya, seperti SPBU dan toilet umum.

PG Banjaratma sendiri merupakan satu dari tiga pabrik gula yang ada di Kabupaten Brebes. Pabrik itu sudah memproduksi gula pasir sejak tahun 1908. Saat masa jayanya, PG Banjaratma merupakan salah satu pemasok gula di Indonesia dari hasil perkebunan tebu di wilayah Kabupaten Brebes.

Namun di tahun 1998, pabrik itu sudah berhenti produksi. Bekas bangunan pabriknya terbengkalai begitu saja. Bangunan sejarah yang masuk sebagai salah satu bangunan cagar budaya itu mulai dilirik saat ada pembangunan jalan tol Trans Jawa. Hingga akhirnya di tahun 2018 bangunan itu disulap menjadi rest area sekaligus sebagai destinasi wisata sejarah.

Menghadapi arus mudik dan balik Lebaran, rest area Banjaratma di KM 260 menjadi salah satu titik tempat istirahat favorit bagi pemudik yang melintas tol trans Jawa. Rest area itu sejak awal difokuskan untuk menampung para pelaku usaha UMKM dari wilayah Brebes dan Tegal.

Saat ini ada sebanyak 124 pelaku UMKM yang membuka usahanya di rest area tersebut. Sisanya merupakan usaha komersial. Dari para pelaku UMKM, mereka membuka berbagai usaha kuliner khas pantura Brebes dan Tegal. Di antaranya, telur asin, bandeng presto, bawang merah hingga beberapa kerajinan tangan.

Dari kejauhan, banguan rest area terlihat megah. Begitu masuk komplek rest area, pemudik akan langsung menjumpai SBPU, baru kemudian bisa masuk ke areal parkir. Area parkir terbagi menjadi dua zona, yakni khusus untuk bus dan kendaraan pribadi.

Untuk bus, area parkir berada di bagian belakang bangunan utama rest area, sedangkan untuk mobil pribadi lokasinya lebih dekat dengan bangunan utama berada di sisi sebelah barat. Bahkan, daya tampung area parkir itu mampu menampung lebih dari 100 kendaraan pribadi.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved