Volume Transaksi E-Money Diprediksi Naik 20 Persen di Tol

Menyambut Lebaran, sejumlah bank besar menyiapkan ketersediaan uang elektronik lebih guna mengantisipasi permintaan yang melonjak,

Volume Transaksi E-Money Diprediksi Naik 20 Persen di Tol
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Kendaraan dari arah Jakarta lewat tol yang masuk Jateng melalui Brebes masih keluar melalui pintu tol Brebes Timur (Brexit). 

JAKARTA, TRIBUN - Menyambut Lebaran, sejumlah bank besar menyiapkan ketersediaan uang elektronik lebih guna mengantisipasi permintaan yang melonjak, khususnya untuk pemudik dengan kendaraan pribadi yang melalui jalan tol.

“Kami sudah menyiapkan 400.000 kartu e-money untuk mengantisipasi keperluan arus mudik maupun arus balik,” kata Senior Executive Vice President Consumer and Transaction PT Bank Mandiri Tbk, Jasmin kepada Kontan.co.id.

Sebanyak 350 cabang Bank Mandiri beroperasi terbatas selama libur Lebaran. Bank berlogo pita emas ini akan menyediakan kartu e-money di kantor cabang, gerai ritel. Pun Jasmin bilang Bank Mandiri juga akan menyediakan layanan keliling di beberapa rest area tol, selain untuk isi ulang atau pembelian e-money, tersedia pula layanan ATM.

Selain itu, untuk memudahkan pemudik asal Jabodetabek, Bank Mandiri juga menyediakan layanan isi ulang maupun pembelian di 12 gardu tol, yaitu yakni di gerbang tol Ciililitan, Cengkareng, Semanggi, Meruya Utama, Pondok Ranji, Pondok Gede Timur, Bekasi Barat 1, Karang Tengah, dan Cibubur.

Secara keseluruhan, Jasmin menyampaikan, jumlah lokasi isi ulang kartu Mandiri E-Money mencapai 62.074 lokasi, yang tersebar di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, dan Bali.

“Mengingat tren pada tahun sebelumnya terjadi kenaikan volume transaksi e-money sebesar 20 persen di jalan tol pada periode Idulfitri, kami memperkirakan laju kenaikan yang sama akan terjadi tahun ini," katanya.
Sementara itu, hingga April, Bank Mandiri telah menerbitkan 18 juta kartu e-money, dengan nilai transaksi sejak Januari telah mencapai Rp 4,8 triliun. Dari nilai transaksi tersebut ,89 persen transaksi digunakan pengguna untuk membayar tol.

Bank pelat merah lainnya, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk juga menyiapkan hal serupa. Direktur Jaringan dan Layanan BRI, Osbal Saragi menyampaikan, BRI telah menyiapkan tambahan 889.000 uang elektronik perseroan: Brizzi.

"Kami juga mengadakan posko mudik lebaran di 32 titik lokasi yang tersebar d seluruh Indonesia. Posko ini akan dibuka dari H-7 Lebaran. Pada posko tersebut, masyarakat bisa mendapatkan makanan dan minuman ringan, memanfaatkan layanan E-Channel BRI (ATM, CDM, dan CRM)," terang Osbal.

Sementara PT Bank Central Asia Tbk justru menyatakan, tak akan menyediakan tambahan uang elektronik miliknya, yaitu Flazz. Direktur BCA, Santoso Liem menyampaikan, hal tersebut lantaran peredaran Flazz di masyarakat sudah cukup banyak.

"Selama ini populasi Flazz di pasaran cukup memadai dengan jumlah 16 juta kartu, dan stok kami juga mencukupi, sehingga tidak perlu dikhawatirkan," katanya.

Meski demikian, Santoso mengungkapkan, BCA akan tetap menyediakan fasilitas isi ulang maupun pembelian baru di beberapa pemberhentian tol. "Kalau melihat tren sebelumnya, transaksi Flazz digunakan untuk parkir, transportasi, dan tol. Saat lebaran biasanya memang hanya tol yang meningkat, kalau ayang lain karena banyak libur sehingga transaksi justru cenderung berkurang," lanjutnya. (Anggar Septiadi)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved