Pemudik dari Bandung Ke Tegal Ini Curhat Soal Calon Istri Lewat Tulisan

Sebagian pemudik motor kerap mengundang perhatian, dengan membuat tulisan-tulisan lucu di bagian belakang kendaraan.

Pemudik dari Bandung Ke Tegal Ini Curhat Soal Calon Istri Lewat Tulisan
TRIBUNJATENG.COM/AKHTUR GUMILANG
Rombongan pemudik motor dari Bandung ke Kabupaten Tegal memasang tulisan lucu sepanjang perjalanan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Mudik ke kampung halaman menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor masih diminati warga perantauan, apalagi jika dilakukan secara ramai-ramai.

Selain lebih hemat, mudik dengan sepeda motor bersama rombongan akan terasa lebih seru dan mengasyikan. Bahkan, sebagian di antaranya kerap mengundang perhatian, dengan membuat tulisan-tulisan lucu di bagian belakang kendaraan.

Tak sedikit pula tulisan-tulisan lucu itu menjadi viral dan disorot warganet di media sosial, seperti tulisan yang dipasang pemudik motor asal Tegal ini.

Dengan menggunakan tas gunung berukuran sedang, ia memasang tulisan menggunakan bahasa yang menarik. "Dengan merantau aku tau bahwa berjuang di perantuan itu berat, Dari pada berjuang melupakan mantan".

Tulisan itu dipasang oleh Ruhi Aditya, pemudik asal Bandung, Jawa Barat yang hendak ke Desa Bukateja, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Saat ditemui Tribunjateng.com, ia bersama rombongan pemudik lain sedang beristrihat di SPBU Desa Banjarayar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Selasa (04/06/2019).

"Kita di perantuan sudah meninggalkan keluarga dan anak istri. Kita di kota mencari nafkah buat anak istri dengan panas keringat," ujar Aditya, menceritakan tentang tulisan yang dipasang pada tasnya itu, kepada Tribunjateng.com.

Ruhi mengatakan, berangkat dari Bandung sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa (04/06/2019). "Dalam perjalanan kami sudah janjian sama teman lain yang sama-sama perantau di daerah Purwakarta. Kami ketemu di daerah Cirebon pada pukul 09.00 lebih tadi," jelasnya.

Dalam rombongannya, Aditya menuturkan, ada empat sepeda motor yang masing-masing berboncengan. Tak hanya Aditya, beberapa orang lain dalam rombongan itu juga memasang tulisan di belakang tas.

"Alhamdulilah kali ini kami bisa mudik bareng dengan temen sekampung biar pun di perantaunya beda kota. Mudik tahun ini lancar dan ramai. Tidak seperti mudik tahun-tahun lalu saat H-2, saya kena macet. Tapi tahun ini, H-1 saja lancar," papar rekan rombongan Aditya, Ananda Mahrez (23), warga Desa Bukateja yang merantau di Purwakarta, Jawa Barat.

Saat ditanyai tentang tulisan yang dipasang temannya di belakang motor, ia hanya tersenyum.

"Tetep mudik senaja durung due Wik Wik (Tetap mudik biar pun belum punya calon istri). Saya seperti itu karena setiap Lebaran selalu ditanyai kapan kawin-kapan kawin. Hidup di perantauan, ternyata saya tak kunjung menemukan sosok calon pendamping," curhat Ananda sembari tertawa. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: Vito
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved