Lebaran 2019

Bupati Umi Serukan Persatuan Pasca-Pemilu seusai Salat Id bersama Warga Kabupaten Tegal

Kepada ribuan jamaah salat Idulfitri di Masjid Agung Kabupaten Tegal, Bupati Tegal Umi Azizah soroti perbedaan yang timbul pasca-Pemilu.

Bupati Umi Serukan Persatuan Pasca-Pemilu seusai Salat Id bersama Warga Kabupaten Tegal
TRIBUNJATENG.COM/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah memberikan sambutan kepada jamaah di Masjid Agung Kabupaten Tegal, seusai salat Id, Rabu (5/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kepada ribuan jamaah salat Idulfitri 1440 Hijriyah di Masjid Agung Kabupaten Tegal, Bupati Tegal Umi Azizah soroti perbedaan yang timbul pasca-kontestasi Pemilu 2019.

Umi menilai, Pemilu 2019 lalu membuat polarisasi di masyarakat umum karena adanya perbedaan pilihan politik.

Namun, kata Umi, polarisasi itu tidak begitu nampak di Kabupaten Tegal karena masyarakat setempat guyub dan rukun.

"Semoga, momentum Idulfitri ini dapat dijadikan ajang saling memaafkan serta meningkatkan derajat keimanan dan ketakwaan umat manusia. Serta, membawa kita pada fitrah. Fitrah sebagai pribadi yang lebih baik, lebih santun, maupun fitrah kita sebagai bangsa yang saling menghormati, saling menghargai, bekerjasama dan bergotong-royong," kata Umi, setelah salat Id di Masjid Agung Kabupaten Tegal, Monumen GBN, Slawi, Rabu (5/6/2019).

Orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini mengajak seluruh masyarakat memperkuat kembali ikatan yang mungkin sempat memudar karena perbedaan pandangan politik dan warna politik.

"Mari satukan kembali energi yang mungkin sempat melemah, menjadi sebuah kekuatan besar untuk membangun negara ini menjadi lebih baik, lebih maju, berkeadilan dan beradab," pesannya.

Umi menyampaikan, Id memiliki makna kembali dan fithr berarti agama yang benar atau kesucian.

Jika dipahami sebagai agama yang benar maka akan menuntun pada keserasian hubungan.

"Karena keserasian merupakan tanda keberagaman yang benar. Dengan demikian, Idulfitri berarti harus menyadari bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan dan dari kesadarannya maka bersedia memberi dan menerima maafnya," papar Umi.

Pada Idulfitri ini, Umi juga meminta untuk menyingkirkan sikap tajassus atau mengorek kesalahan orang, ghibah atau menggunjing, merendahkan sesama, maupun memberikan julukan buruk kepada teman.

Karena, bagi Umi, sudah saatnya warga Kabupaten Tegal bergerak maju mencari persamaan, bukan mempertajam perbedaan.

"Saling memperkuat persatuan dan kesatuan sebagai aset terbesar bangsa Indonesia," ujarnya. (gum)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved