Lebaran 2019

Indahnya Toleransi, Pemuda Gereja Mengenakan Kaus 'Aku Kancamu' Ikut Amankan Salat Id

Pemuda Gereja di Kulonprogo, Yogyakarta, membantu mengamankan parkir salat Id di Alun-alun Wates, Rabu (5/6/2019).

Indahnya Toleransi, Pemuda Gereja Mengenakan Kaus 'Aku Kancamu' Ikut Amankan Salat Id
KOMPAS.com/DANI JULIUS
Anggota pemuda gereja mengenakan kaus bertuliskan AKu Kancamu membantu kelancaran dan ketertiban kendaraan parkir selagi berlangsung Shalat Id di Alun-alun Wates, Kulon Progro, Yogyakarta, Rabu (5/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KULONPROGO - Ribuan orang dari berbagai penjuru berbondong menuju lokasi salat Id di alun-alun Kota Wates, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/6/2019). Mayoritas mereka berjalan kaki menuju alun-alun ini.

Tidak sedikit pula di antara mereka berkendara motor maupun mobil sehingga lalu lintas sekeliling alun-alun memadat.

Beberapa pemuda maupun remaja tampak menonjol di antara lalu lalang ribuan orang ini. Pasalnya, kaus yang dipakai serba hitam dengan tulisan bahasa jawa "Aku Kancamu". Dalam bahasa jawa, artinya "aku temanmu".

Mereka tersebar di berbagai titik di alun-alun. Ada yang di sekitaran rumah jabatan bupati dan wakil bupati Kulonprogo, kantor Kodim Kulonprogo, hingga sekitaran kantor Pemkab.

Beberapa di antara mereka beraksi sambil memberi aba-aba untuk mengurai kepadatan pengendara, beberapa ada yang membantu memarkirkan kendaraan, merapikan motor yang sudah terparkir, bahkan beberapa membagikan selebaran berisi pesan kebajikan yang disampaikan dalam salat Id.

"Kami hadir di sini untuk membantu parkir dan membantu menertibkan kendaraan," kata Martinus Dwi Anggara, salah satu ketua kelompok pemuda berkaus 'Aku Kancamu'.

Martinus mengungkapkan bahwa mereka berasal dari Gereja Kristen Jawa yang lokasinya tidak jauh dari alun-alun.

Para pemuda yang masih sekolah, kuliah, dan tidak sedikit yang sudah bekerja ini berasal dari kelompok pemuda gereja yang biasa aktif dalam kegiatan Hari Besar Kristiani.

Pada hari besar umat Islam, mereka juga terpanggil turut membantu, dengan rasa sukacita, dan tanpa keterpaksaan.

"Mereka bangun pagi sekali, kumpul di sini jam setengah enam untuk mulai aktivitas," kata Martinus yang juga pendeta di GKJ Wates.

Halaman
1234
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved