Lebaran 2019

Indahnya Toleransi, Pemuda Gereja Mengenakan Kaus 'Aku Kancamu' Ikut Amankan Salat Id

Pemuda Gereja di Kulonprogo, Yogyakarta, membantu mengamankan parkir salat Id di Alun-alun Wates, Rabu (5/6/2019).

Indahnya Toleransi, Pemuda Gereja Mengenakan Kaus 'Aku Kancamu' Ikut Amankan Salat Id
KOMPAS.com/DANI JULIUS
Anggota pemuda gereja mengenakan kaus bertuliskan AKu Kancamu membantu kelancaran dan ketertiban kendaraan parkir selagi berlangsung Shalat Id di Alun-alun Wates, Kulon Progro, Yogyakarta, Rabu (5/6/2019). 

Menurut dia, ini bukan kali pertama. Pada Hari Raya Idul Fitri di 2018, mereka lakukan aksi serupa. Waktu itu mereka sudah mengenakan kostum sama "Aku Kancamu".

Kaus ini, lanjut Martinus, sebenarnya dibuat untuk kegiatan Natal di beberapa tahun lalu.

Tulisan Aku Kancamu dan gambar tangan saling berjabat dinilai penuh inspirasi sehingga dipilih untuk dipakai ketika turun ikut mengamankan salat Id 2018 dan tahun ini.

Gambar pada kaus, lanjut Martinus, juga bisa menunjukkan tentang toleransi di antara manusia. Gambar berjabat tangan menunjukkan sebuah pertemanan yang meski berbeda agama tapi tidak ada perbedaan sebagai sesama manusia.

"Ini adalah solidaritas dalam menjalin komunikasi dengan saudara muslim. Kami sering bertanya apa yang bisa kami lakukan (di hari besar keagamaan). Menurut mereka, parkir dan menertibkan kendaraan, itu wujud kasih yang nyata," kata Martinus.

"Kami sering dibantu"
Kelompok pemuda Kristen ini tidak sendirian. Sekelompok pemuda dari Muda Mudi Katolik Gereja Katolik Santa Maria Bunda Penasihat Baik di Wates juga melakukan hal yang sama di sisi lain alun-alun sisi barat daya, tidak jauh dari gereja mereka.

Mereka juga bekerja mulai dari mengatur lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan, menjadi juru parkir, hingga merapikan kendaraan parkir.

Salah seorang di antara mereka, Isnu Hardoyo, anggota Hubungan Bidang Kepercayaan dari gereja Katolik, mengungkapkan bahwa setidaknya ada 15 orang yang terlibat.

Isnu mengatakan, mereka datang untuk mewujudkan jalinan hubungan kekerabatan warga berbeda agama di Kulonprogo.

Mereka ingin menunjukkan bahwa warga Kulonprogo saling membantu dan peduli, terutama saat hari besar keagamaan berlangsung.

Halaman
1234
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved