Pedagang Bunga di Pati: Penjualan di Libur Lebaran Meningkat, tapi Harga Turun Dibanding Tahun Lalu

Di Jawa Tengah, biasanya pada momen lebaran masyarakat akan nyadran (ziarah dan membersihkan kuburan) beramai-ramai.

Pedagang Bunga di Pati: Penjualan di Libur Lebaran Meningkat, tapi Harga Turun Dibanding Tahun Lalu
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Pedagang bunga di Pasar Puri Pati 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Di Jawa Tengah, biasanya pada momen lebaran masyarakat akan nyadran (ziarah dan membersihkan kuburan) beramai-ramai.

Hal ini merupakan tradisi yang umum dilakukan masyarakat Jawa Tengah, terutama di pedesaan.

Tradisi ini, lumrahnya, selalu berimbas pada tingkat penjualan para pedagang bunga.

Biasanya, penjualan bunga pada saat libur lebaran lebih tinggi dibanding hari-hari biasa.

Masyarakat yang akan nyadran butuh membeli bunga untuk ditabur di atas makam.

"Memang lebih ramai dibanding hari-hari biasa.

Tapi harga jual tahun ini lebih murah dibanding tahun lalu," ujar Ci Sukarmi, satu di antara pedagang bunga di Pasar Puri Pati, Kamis (6/6/2019).

Sukarmi yang telah hampir 12 tahun berjualan bunga mengatakan, pada lebaran kali ini, setiap bunga dagangannya laku satu oncot (sebuntal karung), ia bisa meraup omzet kotor hingga Rp 1 juta rupiah.

Kali ini, ia hanya memperoleh sekira Rp 500 ribu per oncot.

Lebaran tahun lalu, sebesek kecil campuran bunga mawar merah, mawar putih, kenanga, dan gading dijual Sukarmi dengan harga Rp 25 ribu.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved