Jelang Lebaran Ketupat, Penjual Janur di Kabupaten Pati Panen Rezeki

Lebaran ketupat dirayakan pada tanggal 8 Syawal, setelah pelaksanaan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.

Jelang Lebaran Ketupat, Penjual Janur di Kabupaten Pati Panen Rezeki
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Pedagang janur untuk bahan ketupat di Kabupaten Pati. 

TRIBUNJATENG .COM, PATI - Di Pati, sebagaimana di beberapa wilayah Indonesia lainnya, perayaan Idulfitri pada 1 Syawal biasa disusul dengan tradisi lebaran ketupat (kupatan) sepekan setelahnya.

Lebaran ketupat dirayakan pada tanggal 8 Syawal, setelah pelaksanaan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.

Sebagaimana namanya, ketupat adalah hidangan utama dalam perayaan tradisi ini.

Menjelang perayaan lebaran ketupat, biasanya bermunculan para pedagang janur musiman.

Janur adalah bahan untuk membuat selongsong ketupat.

Abdul Syukur (40) adalah satu di antara pedagang janur musiman yang biasa mangkal di area Pasar Kecamatan Gabus.

Hasil dan Klasemen PMCO SEA League Hari Ke-23, Indonesia dan Thailand Berbagi WWCD

Tahun ini, Warga Kecamatan Margorejo tersebut telah tiga hari berjualan janur. Ia mulai berjualan pada hari H Idulfitri.

"Alhamdulillaah, penjualan tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu," ujarnya, Jumat (7/6/2019).

Rata-rata, dalam sehari ia mampu menjual 5000 helai janur atau setara 100 ikat janur. Setiap ikat berisi 50 janur.

Ia menjual janur per ikat dengan harga antara Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved