Semangat Keteladanan Perahu Naga (Peh Cun)

Hari Suci Duan Yang identik dengan Peh Cun karena ada seorang pejabat bernama Qu Yuan yang rela mengorbankan dirinya sebagai penegak kebenaran.

Semangat Keteladanan Perahu Naga (Peh Cun)
Warta Kota/Nur Ichsan
PEH CUN - Warga Kota Tangerang tumplek blek menyaksikan lomba perahu Naga di Kali Cisadane yang dikemas dalam Festival Peh Cun, Minggu (21/5). Acara yang berasal dari pesta air warga Cina Benteng ini sangat menarik untuk dijadikan destinasi pariwisata. Aneka pertunjukan seni dan budaya serta kuliner digelar di acara tersebut. 

oleh Js Andi Gunawan, ST.

HARI suci Duan Yang merupakan saat umat Konghucu melaksanakan sembahyang, untuk mensyukuri segala kebaikan yang diberikan oleh Tian atau Tuhan Yang Maha Esa.

Sembahyang tersebut sekaligus sebagai bentuk eling (ingat) dan takwa kepada Tian.

Eling tersebut bermakna manusia harus ingat, kekuatan yang dimilikinya sejatinya jauh lebih kecil dibanding kekuatan alam.

Karena itulah manusia dituntut untuk selalu takwa kepada Tian yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya.

Umat Konghucu percaya, pada tanggal 5 bulan 5 Kongzili, atau untuk tahun ini jatuh pada Jumat (7/6/2019) tersebut, alam menampakkan kekuatan luar biasa, sebagai akibat bumi dan matahari pada posisi yang khusus.

Pada saat yang sama, matahari sebagai 'sumber' kehidupan, memancarkan cahaya paling kuat.

Kekuatan alam ini, antara lain dapat dilihat dari adanya 'magnet' yang dapat membuat telur berdiri ketika diletakkan di atas meja.

Selain itu perpaduan beragam kekuatan alam ini, membuat air yang disimpan pada saat itu memiliki berbagai khasiat penyembuhan.

Demikian pula dengan tetumbuhan obat, yang dipanen pada hari itu.

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved