785 Kasus Ditangani Posko Kesehatan Dinkes Kota Semarang, Mayoritas Akibat Pemudik Kelelahan

Kepala Dinkes Kota Semarang Widoyono memaparkan, ada 22 posko pelayanan kesehatan yang disiagakan sejak 29 Mei 2019.

785 Kasus Ditangani Posko Kesehatan Dinkes Kota Semarang, Mayoritas Akibat Pemudik Kelelahan
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu cek kesiapan posko layanan kesehatan Dinkes Kota Semarang di Simpang Lima, beberapa waktu lalu. 

Selain 134 kasus di Posko Simpang Lima, terdapat 128 kasus di Karangmalang, 105 kasus di Ngaliyan, 91 kasus di Penggaron, 53 kasus di Terboyo, 38 kasus di GT Kalikangkung.

36 kasus di Purwoyoso, 34 kasus di Tol Banyumanik, 25 kasus di Mangkang, 23 kasus di Puskesmas Gunungpati dan di Tugu Muda, 20 kasus di Poncol, 19 kasus di Tlogosari Kulon, 18 kasus di Tawang, 14 kasus di Halmahera.

15 di Srondol, 4 kasus di Puskesmas Bangetayu, 3 kasus di rest area Manyaran, serta 2 di Ngesrep.

Sementara di posko yang berada di area Kebun Binatang Mangkang, Karangdoro, dan Puskesmas Mangkang hingga kini tidak ada.

Sekretaris Dinkes Kota Semarang Sarwoko Utomo menambahkan pos pelayanan kesehatan itu terus siaga 24 jam.

Posko layanan kesehatan Dinkes Kota Semarang disiagakan hingga H+7 Lebaran, atau 13 Juni 2019.

"Bagi yang di jalan tiba-tiba sakit, pusing, mual, atau lainnya bisa langsung menuju pos kesehatan Dinkes Kota Semarang," papar dia.

Adapun menurutnya di tiap pos terdiri dari 1 mobil ambulans, 1 tenaga medis, 1 pembantu paramedis, dan 1 pengemudi.

"Ada tenaga medis dan lengkap dengan obat-obatan," ujar Sarwoko. (Akbar Hari Mukti)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved